Targetkan 1000 Sample, Lubuklinggau Mengarah ke “New Normal”

142
Wali kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU – Dalam waktu dekat ini Pemerintah Kota Lubuklinggau akan melakukan kajian penyebaran Covid 19 di Bumi Sebiduk Semare. Hal itu dilakukan setelah selama beberapa hari terakhir, Pemkot Lubuklinggau melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 telah melakukan rapid test acak terhadap ratusan warga dari berbagai profesi, dan menargetkan 1000 sample rapid tes.

“Kita upayakan mencapai 1000 sampel sehingga atas dasar itu lah kita akan mendapat hal paling mendasar penyebaran di Kota Lubuklinggau,” kata Wali kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, Selasa (26/5/2020).

Kemudian disisi lain, Wali kota melanjutkan, akan memrioritas persiapan seluruh tim medis, baik itu SDM maupun APD.

“Alhmadulillah pukesmas, 119 dan tim medis khusus dari Dinkes beserta rumah sakit daerah kita saat ini sudah siap semua juga didukung dengan fasilitas sarana dan prasarananya seperti mobil ambulance khusus covid dan juga ruangan-ruangan juga ruangan operasi tekanan negatif kemudian labor BSL2 yang bisa menganalisa hasil swab itu sudah kita miliki semua,” jelas Nanan yang juga ketua Gugus Covid 19 Kota Lubuklinggau.

Selain itu, sambung Nanan lagi, dalam penanganan di Kota Lubuklinggau pihaknya juga didukung 2 rumah sehat baik itu di Barak eks Kompi maupun Gedung Diklat yang merupakan faktor penunjang antisipasi seandainya ada pandemi tahap 2.

“Kalau terjadi pandemi tahap 2, maka kitapun sudah siap menampungnya (karantina) di eks kompi dan gedung Diklat,” jelasnya.

Ditambahkan Nanan, dalam waktu dekat juga setelah dilakukannya kajian-kajian tersebut, Pemkot Lubuklinggau akan mengundang seluruh elemen masyarakat untuk diketahui dan nantinya juga dapat ikut mensosialisasikan dan melaksanakan new normal atau kehidupan dengan pola hidup baru.

Menurut Nanan, New Normal berarti sarana dan prasarana umum sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa, namun semuanya tentu tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ada seperti contoh masjid dan rumah ibadah lainnya boleh melaksanakan ibadahnya tapi harus mempersiapkan segala sesuatunya berkaitan dengan protokol kesehatan yang ada, contoh thermogun, handsanitezer dan tetap harus memakai masker.

Begitu pun aktivitas-aktivitas yang lain seperti acara pernikahan dan hajatan juga demikian.

“Dalam pelaksanaan rapid tes acak di masyarakat dengan target 1.000 sample,  masyarakat tidak usah khawatir karena tujuan kita juga untuk mengetahui beberapa banyak warga kita yang kondisinya lemah dalam artian kurang imun tubuhnya karena kalau lemah dan kurang imunnya, maka rentan akan virus-virus masuk ke tubuh termasuk Covid 19,” imbuhnya.

Bahkan, ia melanjutkan, mulai hari ini petugas di posko-posko perbatasan akan dikurangi personilnya, hanya akan di tempatkan petugas yang mengatur dan menjaga penyemprotan disinfektan, namun untuk posko-posko dalam kota akan tetap seperti biasa.

“Kedepan tetap selain sosialisasi juga petugas-petugas gabungan akan tetap melakukan pemantauan-pemantauan di lapangan.

Yo tentu harus mendapat dukungan serta partisipasi kongkrit seluruh masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan penanganan covid 19 termasuk pelaksanaan new normal nanti,” pungkasnya.

Laporan : San III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here