Tanggal 25 September, Batas Pengosongan Rumah oleh PT KAI

0
679

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Pemilik bangunan dan lahan tumbuh yang ada di jalur double track rel kereta api yang ada di Kecamatan Prabumulih diminta membongkar dan mengosongkan lahan hingga batas waktu yang ditetapkan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan segera melakukan land clearing untuk membangun jalur ganda mengarah ke Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat.

Senior Manager Penjagaan dan Pengusahaan Aset Divre III Palembang, Sumarino ketika dikonfirmasi Senin (17/9/2018) usai melakukan rapat koordinasi dengan seluruh unsur pemerintahan di stasiun kereta api Prabumulih mengatakan bahwa ada sekitar 95 rumah warga yang terkena jalur ini, itu dikasih batas waktu sampai 25 September mendatang.

“Pelaksanaan pembangunan double track di Kota Prabumulih tinggal 3,8 kilometer lagi, mengarah ke Patih Galung. Sesuai pendataan ada 165 bangunan dan lahan dan sebanyak 70 rumah warga sudah dibongkar sendiri. Sisanya belum dan kami harap segera dikosongkan,” tegasnya.

Menurut Sumarino, jalur double track 3,8 KM atau dari KM 32.200 sampai KM 35.800 tersebut melewati 165 lahan serta rumah warga dan telah dilakukan penggantian transport atau uang tali asih.

“Target kita dan penyampaian ke warga agar 20 September ini dikosongkan. Namun warga meminta melalui camat dan lurah agar diperpanjang waktunya sehingga kita beri batas waktu 25 September mendatang karena akan segera dilakukan land clearing,” bebernya.

Disinggung di sepanjang jalur double track rel ada makam, Sumarino menuturkan memang di sepanjang jalur terdapat 101 makam milik warga.

Untuk pemindahan telah diserahkan ke warga serta pemerintah setempat.

“Untuk makam akan direlokasi, untuk kemana yang memindahin itu warga, bukan kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sumarino menjelaskan, kendala tinggal saat ini tinggal di sepanjang 3,8 kilometer itu lagi.

Jika telah selesai maka pembangunan jalur double track rel kereta api tidak ada kendala lagi.

“Kita terus berkoordinasi dengan instansi terkait sepeti masalah pipa PDAM, kabel listrik, dan lainnya juga dengan pemerintah setempat,” jelasnya.

Laporan          : AD
Editor/Posting : Imam Ghazali