OKU — Di bawah langit cerah Desa Mengulak, deru mesin alat berat dan truk yang berdatangan mengangkut tanah bukan sekadar suara pekerjaan biasa. Bagi warga yang telah puluhan tahun menempati wilayah ini, pemandangan ekskavator memuat tanah dan truk beriringan menuju jalur baru adalah pemandangan yang paling dinantikan. Jalur yang dulu sempit, berlubang, dan sering tergenang air kini perlahan berubah menjadi badan jalan yang lebar, rata, dan kokoh mengubah wajah desa sekaligus membuka pintu kemajuan yang selama ini terhambat keterbatasan akses. Selasa (3/11)
Setiap kali truk menumpahkan muatan tanahnya, warga yang memantau dari pinggir jalan menyambutnya dengan pandangan penuh harap. Mereka tahu bahwa setiap lapis tanah yang dipadatkan adalah langkah mendekatkan diri ke pasar, mempersingkat perjalanan anak ke sekolah, serta mempermudah akses kesehatan bagi ibu hamil dan lansia. Selama ini, saat musim hujan tiba, jalan tanah yang licin membuat kendaraan sulit masuk, sehingga hasil panen sawit dan pertanian lainnya sering tertahan di gudang, harga jual turun karena biaya angkut yang mahal. Kini hal itu perlahan menjadi masa lalu.
Salah satu warga yang ikut memantau pekerjaan, Bapak Darmawan, menyampaikan perasaannya: “Saya sudah tinggal di sini puluhan tahun, selalu berharap jalan ini bisa lebih baik. Dulu kami memikul hasil kebun cukup jauh hanya untuk sampai ke jalan utama. Sekarang melihat truk datang silih berganti mengisi tanah, hati saya terasa hangat. Terima kasih kepada Satgas TMMD yang benar‑benar hadir mengubah nasib kami. Nanti setelah selesai, kami warga berjanji akan ikut merawat jalan ini membersihkan saluran air, menambal bagian yang rusak agar manfaatnya dirasakan anak cucu kami juga,” ujarnya dengan wajah penuh syukur.
Warga juga menyadari kehadiran Satgas tidak hanya mengerahkan mesin, tetapi juga tenaga dan perhatian langsung. Personel yang berdiri di lokasi penimbunan mengatur ketinggian dan kerataan timbunan, memastikan jalan ini dibangun bukan sekadar selesai, melainkan kuat menahan beban kendaraan berat dan tahan terhadap perubahan cuaca. Sinergi antara kecepatan alat berat dan ketelitian tenaga manusia menjadi jaminan bahwa jalan ini akan menjadi warisan nyata kemanunggalan TNI–rakyat.
Jalan yang sedang dibentangkan ini bukan sekadar urat nadi transportasi, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah. Dengan akses yang lebih baik, warga berharap harga hasil tani meningkat, pengunjung lebih mudah datang, dan Desa Mengulak tidak lagi tertinggal dari wilayah lain. Semangat gotong‑royong yang tumbuh selama pengerjaan ini pun diharapkan tetap terjaga menjadi fondasi kebersamaan yang kokoh selamanya.(*)
