Takluk 1-0, Asa Juara Laskar Wong Kito Pupus

0
147

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Asa Sriwijaya FC (SFC) untuk mengangkat tropi Piala Presiden (Pilpres) 2018 gagal usai takluk dengan skor 0-1 atas Bali United (BU) pada leg kedua semifinal di Stadion I Wayan Dipta, Rabu (14/02/2018).
Walau hampir sepanjang 90 menit Laskar Wong Kito menguasai jalannya pertandingan, namun dari sekian banyak peluang, tak satupun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Bahkan akibat lengah, dimenit 81 babak kedua justru BU berhasil melesakkan gol.

Pelatih kepala SFC, Rahmad Darmawan (RD) membenarkan jika memang pemain besutannya lengah dimenit-menit akhir pertandingan. “Yang pasti aktifitas finishing touch masih harus diasah lagi karena dalam pertandingan selama 90 menit kita kuasai, tetapi gagal membuat gol. Itu yang menjadi kendala kita. Tetapi, sebetulnya tidak ada masalah karena hari ini kita bermain dengan bagus. Walaupun, tadi sempat ada kelengahan-kelengahan yang terjadi dimenit akhir,” ungkapnya.

Masih kata RD, pengertian antar pemain juga harus diasah karena mungkin pemain belum terlalu tahu bola-bola (umpan) seperti apa yang dibutuhkan pemain lain. “Terkait lini depan, sejauh ini kami sampai pada ide mengevaluasi di sektor depan. Kami akan terus perbaiki, karena mereka baru sekitar satu bulan setengah masa persiapan jadi hasil pertandingan akan kami akan data kesalahan yang ada, lalu memutuskan apa yang harus dilakukan,” ujarnya dan menambahkan jika tidak hadirnya Jalilov bukanlah faktor mengapa lini depan kurang greget.

“Seharusnya tidak karena tadi kita mampu membuat banyak sekali peluang. Kecuali, ketika kita tidak ada peluang, maka patut dipertanyakan apakah ada efek dengan tidak hadirnya Jalilov. Tetapi tidak kan,” tegasnya.

Namun, satu hal yang paling menonjol adalah mental tanding Laskar Wong Kito yang sangat baik walaupun bermain di kandang lawan. “Saya cuma menginginkan satu hal kepada pemain untuk berani bermain ngotot (pressing) baik itu di kandang maupun tandang. Karena bagi saya, pressing adalah salah satu hal yang menguji kebugaran fisik pemain. Mereka terus dipaksa untuk menjaga kebugaran dengan melakukan tekanan terhadap lawan,” lanjutnya.

Atas kekalahan tersebut, RD meminta maaf karena belum bisa memenuhi ekspektasi tinggi warga Sumsel.

“Untuk seluruh pendukung SFC, terima kasih atas doa dan dukungannya dengan banyaknya kegiatan nonton bareng, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena belum bisa memenuhi ekspektasi tinggi untuk melaju ke final dan memberikan piala kepada warga Sumsel,” pungkasnya seraya meminta agar selalu percayalah bahwa semua adalah proses untuk menjadi lebih baik lagi, dan tim pelatih akan segera memperbaiki.

Laporan : Donny