Tabrak Portal Pintu Gerbang Kota, Mobil Trailer Bermuatan Alat Berat Ditilang Polisi

642
TRAILER TABRAK PORTAL GERBANG: Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Prabumulih, pada Jumat (01/01/2019) malam, sekitar pukul 22.00 WIB terpaksa menilang sebuah mobil trailer bermuatan alat berat, yang sempat menabrak dan tersangkut di portal pintu gerbang utama Kota Prabumulih Jalan Jenderal Sudirman atau tak jauh dari Simpang Air Mancur-Jalan Lingkar Prabumulih. Selain nyaris merobohkan bangunan portal gerbang, mobil trailer tujuan Tanjung Enim-Palembang ini juga sempat membuat jalur lalu lintas di sekitar kawasan Simpang Air Mancur macet.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Prabumulih, pada Jumat (01/01/2019) malam, sekitar pukul 22.00 WIB terpaksa menilang sebuah mobil trailer bermuatan alat berat, yang sempat menabrak dan tersangkut di portal pintu gerbang utama Kota Prabumulih Jalan Jenderal Sudirman atau tak jauh dari Simpang Air Mancur-Jalan Lingkar Prabumulih. Selain nyaris merobohkan bangunan portal gerbang, mobil trailer tujuan Tanjung Enim-Palembang ini juga sempat membuat jalur lalu lintas di sekitar kawasan Simpang Air Mancur macet.

Dari informasi yang diterima, diduga sopir mobil trailer yang mengangkut alat berat jenis ekskavator memaksa melintas jalan protocol utama Kota Prabumulih karena dijamin mendapat pengawalan dari oknum aparat. Namun sial bagi sopir yang diketahui bernama Joni Lukman, warga Sukabangun 1, Kota Palembang ini karena kurang mengetahui medan jalan sehingga menyebabkan kendaraannya tak bisa melintas saat memasuki kawasan pintu gerbang utama kota.

Tingginya batang alat penggeruk ekskavator yang dibawa menyebabkan menabrak dan tersangkut sehingga tak bisa melewati bangunan portal pintu gerbang.

“Baru pertamo kali inilah lewat jalan ini pak, itu oleh ado yang jamin dikawal sampe lewat pangkul,” sebutnya, ketika dibincangi di lokasi, Jumat (01/02) malam.

Dia pun menambahkan, mendapat akses bisa melintasi jalan utama kota dari temannya sesama sopir. “Saya dapat nomor yang mau mengawal dari kawan sesama sopir,” imbuhnya.

Joni beralasan dengan meminta pengawalan aparat mobilnya bisa melintasi jalan kota.

“Kalau saya mau masuk kota, dak mungkin saya menyewa oknum preman, pastilah saya menyewa pengawal minimal apparat. Ketika ado masalah seperti ini, mobil kito ditilang kareno idak bisa melintasi portal, sang pengawal idak mau bertanggung jawab”, tuturnya, pasrah ketika surat kelengkapan kendaraannya ditilang petugas Satlantas Polres Prabumulih.

Sementara dari pantauan media syber ini, tampak 4 anggota piket Lantas yang turun ke lokasi langsung menertibkan jalur lalu lintas yang sebelumnya sempat macet. Anggota lantas yang dikomandoi Bripka Zulkipli ini juga terpaksa menilang dan menahan surat kelengkapan mobil tersebut.

“Untuk surat-surat kita tahan, tetapi mobil dan alat beratnya disuruh jalan,” jelas Kanit Patroli Satlantas, Indah Wanianto SH melalui Bripka Zulkipli..

Disinggung soal adanya pengawalan dari oknum polisi, Zulkipli membantahnya. Bahkan pihaknya terkejut ketika menerima laporan ada mobil besar menabrak portal gerbang kota.

“Tidak ada, dan kami sempat kagek karena ada info dari masyarakat ada mobil nabrak portal, dan kami pun langsung menuju lokasi,” tegasnya.

Laporan : AD

Editor     : Donny

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here