Sunat Uang BLT DD, Oknum Anggota BPD dan Kadus 1 Desa Banpres Digaruk Polisi

149
Jajaran kepolisian tak segan-segan menindak pelaku penyimpangan penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Musirawas. Polisi berhasil menangkap seorang Anggota BPD Efendi bersama Kadus 1 Desa Banpres Kecamatan Tuah Negeri, Ahmad Mudori.

Sumateranews.co.id, MUSIRAWAS – Jajaran kepolisian tak segan-segan menindak pelaku penyimpangan penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Musirawas. Polisi berhasil menangkap seorang Anggota BPD Efendi bersama Kadus 1 Desa Banpres Kecamatan Tuah Negeri, Ahmad Mudori.

Kedua pelaku ditangkap karena melakukan Pungutan Liar (Pungli) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dalam rangka Penanggulangan COVID-19 di Dusun 1 Desa Banpres Kabupaten Musi Rawas.

Penangkapan terhadap keduanya, berawal pada Kamis, 21 Mei 2020 lalu di Balai Desa Banpres, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas telah dilakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersumber dari dana desa (DD), untuk 91 kepala keluarga desa Banpres dan masing-masing mendapatkan uang tunai sebesar Rp600.000 (Enam ratus ribu rupiah).

Didalam penyaluran tersebut untuk Dusun 1 yang berhak mendapatkan bantuan ada 23 kepala keluarga (KK). Namun setelah pembagian tersebut Kadus 1 Ahmad Mudori dan anggota BPD Efendi menemui ke 23 warga Dusun 1 Desa Banpres ke rumah masing-masing warga.

“Kemudian diambil atau dipotong sebesar Rp200.000 per Kepala Keluarga (KK). Namun yang terkumpul hanya 18 warga dengan total Rp3.600.000 (tiga juta enam ratus ribu rupiah). Atas pemotongan uang BLT-DD tersebut warga merasa keberatan dan mengadukan peristiwa tersebut ke Kepala Desa Banpres yaitu Sugino, kemudian pada Kamis, 28 Mei 2020 melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Musi Rawas,” ungkap Kapolres Musirawas, AKBP Efrannedy didampingi Kasatreskrim, AKP Ripow Lapu, Selasa (2/06).

Menurut Kapolres, setelah menerima laporan masyarakat, unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Musi Rawas melakukan penyelidikan dan pengumpulan dokumen dan keterangan serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Selanjutnya dilakukan gelar perkara dan ditemukan dua alat bukti yang cukup, sehingga penyidik melakukan pemanggilan terhadap kedua tersangka untuk dimintai keterangan dan ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy.

Dia katakan, kedua tersangka dikenakan atau melangar Pasal 12 huruf e UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang berbunyi : pegawai atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Pasal tersebut digunakan dikarenakan kedua pelaku merupakan pegawai/perangkat desa yang mendapat gaji yang bersumber dari anggaran negara dan atau anggaran daerah berdasarkan Permendagri Nomor 110 tahun 2016 dan Keputusan Bupati Musi Rawas Nomor 783/KPTS/DPMD/2019 tentang pengangkatan dan pemberhentian anggota BPD.

“Dan uang yang dipotong atau diambil merupakan uang yang bersumber dari Dana Desa TA.2020 (keuangan negara) yang direfocussing untuk Covid-19,” lanjut Kapolres.

Dari tangan kedua tersangka juga diamankan Barang Bukti (BB) berupa 1. Arsip berkas APBDesa perubahan (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tahun anggaran 2020;  2. Arsip Musyawarah Desa Khusus, tanggal 19 april 2020; 3. Copy Giro Rekening Desa Banpres.

Kemudian; 4. Surat Pengangkatan Anggota BPD Efendi; 5. Surat pengangkatan Kadus Ahmad Mudori; 6. Bukti Tanda Terima Gaji Bersumber dari ADD Desa Banpres untuk Kadus dan perangkat BPD; 7. Formulir Tanda Penyerahan Uang BLTDD dari desa kepada masyarakat; 8. Surat Keputusan Kepala Desa Banpres Tentang Nama-Nama Penerima Bantuan BLTDD; dan 9. Uang tunai sebesar Rp3.600.000 (tiga juta enam ratus ribu rupiah).

Laporan : San III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here