SUMUR BOR IRIGASI: SOLUSI JANGKA PANJANG TMMD 129 KODIM 0726/SUKOHARJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN PARANGJORO

SUKOHARJO – Ketahanan pangan menjadi pondasi utama kesejahteraan desa, dan hal ini kini diperkuat melalui kehadiran sumur bor irigasi perpompaan (Irpom) yang dibangun dalam rangka TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo. Proyek strategis ini disambut antusiasme tinggi oleh para petani dan seluruh warga Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, yang selama ini kerap diuji oleh tantangan pasokan air saat musim kemarau tiba.

Selama bertahun-tahun, kekurangan air irigasi menjadi masalah klasik yang membayangi usaha tani warga. Setiap kali curah hujan turun drastis, hamparan sawah mulai mengering, tanaman terancam layu, dan risiko gagal panen selalu menghantui. Kerugian ekonomi pun tak terelakkan, mulai dari menurunnya hasil panen hingga berkurangnya pendapatan keluarga petani secara keseluruhan. Melalui program TMMD ini, persoalan mendasar tersebut kini mendapatkan jawaban nyata dan berkelanjutan.

Sumur bor yang dibangun bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan sebuah terobosan cerdas yang mengubah pola penyediaan air dari yang bergantung pada curah hujan menjadi mandiri dan terjamin. Mengandalkan sistem perpompaan modern, fasilitas ini mampu menggali sumber air dari dalam tanah secara stabil dan efisien, sehingga pasokan air untuk mengairi lahan pertanian tetap terjaga cukup dan merata, bahkan saat kemarau terpanjang dan paling ekstrem sekalipun melanda wilayah tersebut.

Infrastruktur ini menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan Satgas TMMD Reguler ke-129 tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik permukaan semata, melainkan menyentuh akar permasalahan yang mempengaruhi mata pencaharian dan ketersediaan pangan warga. Dengan terjaminnya irigasi, petani kini memiliki keleluasaan untuk mengatur masa tanam, meningkatkan intensitas penanaman, serta menjaga kualitas hasil panen agar tetap optimal sepanjang tahun.

Kehadiran sumur bor irigasi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk memastikan Desa Parangjoro memiliki ketahanan pangan yang kuat dan tidak mudah tergoyahkan oleh perubahan cuaca. Langkah ini sekaligus mengangkat harapan baru bagi masyarakat, bahwa dengan infrastruktur yang memadai, kesejahteraan dan kemandirian pangan desa akan semakin terwujud secara berkelanjutan.(*)

Pos terkait