Sumsel Tanggap Darurat Covid-19, Operator Crane PT SSM Malah Tidak Pakai Masker APD Saat Bekerja

132

# Hasan Hanfia: Mulai Hari Ini Seluruh Operator Crane Stand By di Rumah

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH SEJUMLAH operator crane dan supir trailer PT Subur Sedaya Maju (SSM), Heavy Equipment And Transportation Rental yang beralamat di Jalan Pipa Pertamina Simpang Empat, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih. Tampak santai bekerja dengan tidak memakai masker Alat Pelindung Diri (APD) yang mampu memberikan efektifitas mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Dari pantauan, meskipun ada wabah virus corona (Covid-19), perusahaan penyedia jasa rental transportasi ini berjalan normal dan hanya ‘staff kantor’ dalam saja yang memakai masker. Bahkan mirisnya perusahaan tersebut tidak ada pencuci tangan dan botol hand sanitizer mulai dari pintu masuk security, kantin, Mushollah, sampai ke depan pintu masuk kantor.

Hasan Hanafia owner PT SSM, terkait kebijakan pusat untuk pemerintahan, BUMN maupun swasta mengenai pencegahan dini untuk menangani virus corona.

“Kita sudah siapkan semua baik itu masker, hand sanitizer sudah kito beli, tapi belum datang berikut Thermo Gun sudah kita siapkan semua. Untuk masker juga, kita cuma dapet dikit dikit jadi dak bisa semua pemakaiannya,” ungkap Hasan Hanafia, saat diwawancarai Sumateranews, Selasa (24/03) siang.

Dikatakan Hasan, terkait maklumat itu, untuk jam kerja khusus tenaga supir atau operator crane, ‘mulai sekarang’ kita terapkan stand by dirumah jangan terlalu banyak disini, kalau ada Job, kita baru panggil mereka.

“Kareno kito juga masalah ini ngeri-ngeri sedep pak masalahnyo. Kito sendiri jugo dapet wa, dapet ini jugo, jadi apo kepekeran jugo mengenai corona ini. Jadi tenago supir kito stand by dirumah,” terang Hasan yang akrab disapa Ahok ini.

Hasan juga menambahkan, perusahaan kita ini kan melayani jasa pak, kan kalau kita tidak melayani semua jadi stack. Proyek stack gak bisa kerja semua.

“Yo kito Mau tak mau jugo, sebernyo kito kalu pacak lock down semua tapi kan gak bisa pak. Karena kalau kita inginkan semua, ya proyek stop semua gak bisa lagi,” ungkap Hasan.

Masih dijelaskan Hasan, jadi karena ada proyek sudah masuk kesitu, mereka tidak ganti orang lagi sudah. Jadi yang masuk kelokasi sampai mulai besok ini (25/03/2020), sampai April tidak boleh keluar lagi atau tidak boleh ganti orang lagi.

Terakhir Hasan mengatakan, kita (PT SSM, red) tidak akan tinggal diam, harapan kita kalau ada dari pemerintah setempat ada giat penyemprotan massal disinfektan dalam rangka percepatan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Paling kita kasih uang bantuan dikarenakan kita tidak ada alatnya.

“Harapan saya untuk pemerintah setempat, kita kasih bantuan uang karena kita tidak ada alat penyemprot. Puji Tuhan sampai saat ini seluruh karyawan kita sehat semua, sama sama membutuhkan, kita juga membutuhkan dan pemerintah juga menjaga rakyatnya supaya masyarakat aman semua”, tutupnya.

Sementara itu, Sukardi yang juga Teknis Pelaksana PT SSM, mengatakan, tempat cuci tangan dengan menggunakan sabur cair dimana penempatannya sendiri dikamar mandi dan diluar dekat mushollah.

“Sekarang kita mencari masker susah, sedangkan driver dan operator crane yang ada disini memang mungkin sekitar tidak sampai 100 orang,” jelasnya.

Dikatakan Sukardi, kita kan penyediaan jasa melayani pihak lain. Kalau pihak lain mengharuskan ini harus ada SIO misal operatornya, kemudian alatnya harus ada SILO karena itu sudah peraturan pemerintah.

“Tenaga kerja tersebut kebanyakan dari masyarakat lokal, karena saya masih menganjurkannya sesuai dengan SIO yang dimiliki operator crane. Dikantor juga semuanya orang sini”, ujar Sukardi yang akrab disapa Otong ini.

Otong juga menambahkan, angkutan kita selain melayani wilayah Kota Prabumulih, Kota Lubuk Linggau dan juga ke Bengkulu sesuai dengan sub bidang karena kita penunjang Migas.

“Angkutan kita selain melayani disini, terutama di Migas. Linggau, ke Bengkulu sesuai dengan sub bidang karena kita penunjang migas,”tegas Otong singkat.

Laporan : Gun
Editor     : Abiyasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here