Sulitnya Soal UNBK, Bukan Masalah di Prabumulih

0
161

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Polemik mengenai sulitnya soal-soal Ujian Negara Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP dan SMA, sampai saat ini terus viral khususnya di media sosial. Berbagai keluhan dari siswa sampai orang tua siswa yang menyerbu akun IG Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), menjadi gambaran carut-marut dunia pendidikan Indonesia.

Namun, kondisi itu tidak berdampak di Kota Prabumulih. Bahkan, tidak sedikit siswa didik yang menyelesaikan soal ujiannya sebelum waktu berakhir. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Prabumulih, HM Rasyid S Ag MM saat dikunjungi Sumateranews.co.id di ruangannya, Jumat (27/4).

Dikatakan Rasyid, menurut para guru dan siswa, sampai UNBK selasai itu bukan masalah. Soal-soal yang dikatakan sulit termasuk soal matematika, itu sama sekali tidak sulit bahkan cenderung lebih mudah. Makanya di UNBK tahun ini, Prabumulih tidak ada kendala.

“Ada beberapa siswa yang selesai mengerjakan soal sebelum waktu berakhir. Tetapi, itu bukan berarti kemampuan siswa di Prabumulih sudah bisa dibanggakan. Itu belum tentu, karena itu sesuai dengan situasi dan kondisi. Capaian tersebut belum bisa dinilai sekarang karena UNBK saja baru selesai,” ujarnya dan menambahkan jika dari pengamatan, dimana siswa didik di setiap tempat selesai mengerjakan soal di beberapa tempat pelaksanaan UNBK, mungkin saja persentase (kelulusan) sekitar 80 persen.

Tetapi lanjut Rasyid, sebagai pelaksana dalam sebuah management. Disdikbud tidak lepas tangan dan tentunya selalu memberikan motivasi dan mengarahkan untuk mencapai (hasil) terbaik. “Secara pribadi, saya tidak menganggap output menjadi tujuan pertama. Tetapi, proses untuk mencapai hasil terbaik itulah yang saat ini diterapkan kepada para guru dan anak didik. Jika hasilnya bagus, berarti prosesnya baik. Proses itu tidak akan membohongi hasil,” ungkapnya.

Selain itu, Disdikbud juga memiliki giat membimbing anak didik, koordinasi dengan orang tua, penunjang sarana prasarana dan lain sebagainya. pihaknya tidak akan memaksakan anak didik untuk mencapai angka sempurna. Karena jika seperti itu, bisa saja siswa didik melakukan berbagai hal yang tidak baik.

“Nanti yang berlaku malah 3H (halal, haram, hantam),” candanya.

Mengenai munculnya wacana jika tingkat kesulitan soal UNBK akan ditingkatkan di tahun depan, Rasyid mengatakan jika Kemdikbud melakukan hal itu di tiap tahun, tentu sudah sesuai dengan programnya.

“Itu (program) sudah disosialisasikan di setiap kabupaten/kota, dan itu sudah dimasukkan ke dalam buku panduan kami,” jelasnya.

Terkait antisipasi dalam bentuk pelatihan untuk menghadapi metode higher order thinking skills (HOTS), menurut Rasyid, masyarakat Kota Prabumulih bukan masyarakat yang terbelakang. Jadi, mereka sudah tahu mana yang terbaik dan bagaimana menjadi yang terbaik. Kalau anaknya akan menjadi baik, tentu pasti ada proses seperti ikut kursus privat.

“Anak-anak harus dididik untuk menggunakan nalarnya dalam menempuh dunia pendidikannya,” ujarnya.

Laporan          : Irfan/Yayan

Editor/Posting : Imam Ghazali