Sulit Dapatkan Bibit dan Pupuk, Lahan Sawah Disulap Jadi Kolam

0
263

Sumateranews.co.id, MUSIRAWAS- Keinginan besar pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura meningkatkan kesejahteraan para petani, semua terkesan sebatas wacana. Pasalnya, dari sederet program terkait pemberdayaan petani belumlah tersentuh dirasakan para petani Bumi Lan Serasan Sekatenan.

Kondisi tersebut seperti terjadi di Desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musirawas. Dimana, akibat sulitnya mendapatkan bibit padi dan pupuk terutama berasal bantuan dari pemerintah. Sebagian besar petani disana terpaksa mengalih fungsi cetak sawah jadi kolam ikan dan kebun semangka.

“Sudah tiga bulan, karena kami petani sulit dapatkan bibit dan pupuk. Ataupun, katanya ada bantuan pemerintah sudah sejak tahun lalu kami tidak menerimanya. Ya, mau gimana lagi, saya sendiri mengubah cetak sawah menjadi kolam ikan. Sedangkan, lainnya adanya mengubah menanam semangka, jagung bisa menghasilkan,” aku Poniji (73) petani warga asal F Trikoyo, Selasa, (3/4).

Dirinya, mengalihkan fungsi lahan cetak sawah tidak lain karena berusaha memenuhi kebutuhan dan mencari tambahan dengan menebar benih ikan nila di areal seperempat hektar.

“Kami di sini Desa F Trikoyo semua ada sekitar 300 hektar lahan cetak sawah. Dan satu kelompok tani itu ada sekitar 100 hektar. Ya, kalau sampai sekarang semua bisa dilihat sebagian tidak lagi tanam padi. Itupun, jika memang dapat bibit dan pupuk semua memungkinkan kami kembali garap sawah lagi,” jelasnya.

Sementara disinggung mengenai sulitnya mendapatak bibit dan pupuk. Dijelaskan, pria keturunan Jawa Tengah ini mengetahui bahwa ada bantuan dari pemerintah. Hanya saja, dirinya dan petani lain kesulitan mendapatkan lantaran kendala kelompok tani (Kapoktan) yang membagikannya   tidak merata seluruh petani.

“Yang jelas, semua soal bantuan baik bibit ataupun pupuk. Kalau dulu tidak ada, dan tahun ini kami tidak tau ada atau tidak. Nah, sedangkan untuk pupuk itu bantuan kadang-kadang ada kadang tidak dan itupun semua kami petani mendapatkan menembus dengan harga pasaran untuk mendapatkan pupuk dan bibit,” bebernya.

“Adalagi, belum lama kami meminta bantuan. Karena tidak terlalu dikenal ketua kelompok. Keberadaan bantuan di bilang sudah habis atau tidak ada lagi. Jadi, kami mau gimana lagi. Lebih baik tidak menanam padi   daripada menganggur cetak sawah baiknya jadikan kolam ikan,” tandasnya.

Laporan       : Donna April

Editor/Posting : Imam Ghazali