Sudah 12 Tahun Rumah Singgah tak Diperhatikan Lantaran Illegal

0
162

Sumateranews.co.id, BENGKULU – Pasca kunjungan Bupati Kabupaten Lebong ke salah satu rumah singgah di Kabupaten Rejang Lebong yang berada di Kelurahan Talang Rimbo beberapa waktu lalu, yang diklaim sejak 12 tahun berdiri namun tak mendapat perhatian sedikitpun oleh Pemerintah Daerah, akhirnya dijawab langsung oleh pihak Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Rejang Lebong.

Budi Agung Prayitno selaku Kepala Seksi Jaminan dan Perlindungan Sosial Dinsos PMD Rejang Lebong yang ditemui pada Jumat (22/09) pagi mengungkapkan bahwa Dinas Sosial bukannya tidak perhatian dengan rumah singgah itu, namun perlu diperjelas bahwa rumah singgah tersebut illegal (tidak resmi) dan tidak memiliki berkas-berkas kelengkapan perizinan seharusnya dalam mendirikan rumah singgah.

Dinas Sosial akan memberikan perhatian apabila rumah singgah tersebut telah terdaftar (legal), sehingga alokasi bantuan dapat disalurkan pada mereka yang membutuhkan. ‘’Kita juga tidak bisa serta merta memberikan bantuan tanpa ada legalitas, karena semuanya mesti jelas bila akan menerima bantuan,’’ cetusnya.

Untuk rumah singgah seharusnya telah memiliki akte notaris pendirian Organisasi Sosial (Orsos), memiliki Draft AD/ART, terdaftar di Kementrian Hukum dan Ham, terdaftar di Kementrian Sosial, terdaftar di Kesbangpol Rejang Lebong, serta memiliki posko rumah singgah tetap, dak tidak berpindah-pindah.

“Sejauh ini di Kabupaten Rejang Lebong terdapat 58 Organisasi Sosial, namun baru 16 Orsos saja yang telah terdaftar. Sehingga perhatian yang dapat kami berikan hanya kepada 16 orsos yang terdaftar saja, sisanya belum bisa ikut diperhatikan,” tegas Budi.

Budi mengimbau pada seluruh orsos khususnya Rumah Singgah, untuk dapat segera melengkapi berkas perizinan dan legalitas, agar Dinsos dapat mengalokasikan bantuan jika telah terdaftar secara resmi.

Laporan : Benny Septiadi
Editor : Imam Ghazali

Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article