Subkontraktor Waskita Karya Pembangunan Jalan Tol PPKA Kembali Membandel

0
992

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Kendaraan Subkontraktor pembangunan Jalan Tol Pematang Panggang-Kayuagung (PPKA) yang membawa material maupun alat berat kembali membandel melewati Jalur Lama (Jembatan Kayuagung-Jalan Letnan Sayuti Kelurahan Kutaraya).

Hal itu membuat sejumlah warga sekitar turun ke jalan guna menyetop dan menyuruh sopir kendaraan untuk memutar balik kendaraan, Sabtu-Minggu (22/23/9/2018).

Aliaman SH perwakilan warga setempat mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengingatkan agar kendaraan material maupun kendaraan alat berat tidak boleh lagi melintas di jalur lama ini, karena jalan rusak parah dan kurang nyaman bila dilalui terutama bagi pengendara roda dua. ‘’Kita sudah minta kepada pihak Waskita Sesi III agar jalan yang rusak secepatnya diperbaiki jangan sampai menunggu rusak parah baru diperbaiki. Hal ini sesuai dengan janji dari pihak PT Waskita Karya Sesi III melalui Kepala Koordinator pelaksana pembangunan Jalan Tol Pematang Panggang-Kayuagung, Maryono pada Rabu (29/8/2018) lalu. Dimana semua kendaraan material maupun kendaraan alat berat tidak boleh lagi melewati jalur lama, sebab jalur baru sudah dibuka yakni lewat Kelurahan Sukadana menyeberang jembatan Lingkar (Sukadana-Kayuagung Asli),’’ terangnya.

Lanjutnya, dari kesepakatan saat itu (29/8/2018) pihak Subkontraktor Waskita telah melakukan perbaikan jalan beberapa titik, seperti di kuku dan pangkal jembatan Kayuagung, depan Indomaret dan di beberapa titik lainnya, namun hanya berselang beberapa hari, perbaikan jalan berhenti dan terkesan hanya meredam kemarahan warga saja. Seperti halnya juga dengan pembagian masker hanya satu kali dan setelah itu belum ada lagi kelanjutannya’

‘’Begitu juga dengan perbaikan got/siring sudah hampir satu bulan belum dikerjakan padahal siringnya sudah di eksavator. Kami selaku warga sekitar sudah capek dengan janji-janji, setiap malam warga melakukan penjagaan agar supaya kendaraan alat berat tidak melewati jalur lama, namun masih saja tetap membandel bahkan sering ada pengawalan. Zaman sudah merdeka namun ilmu kompeni sepertinya masih dipakai. Sesuai komitmen, tanpa terkecuali kendaraan material maupun kendaraan pembawa alat berat tetap kita stop dan disuruh putar balik, dan ini harus dimaklumi,’’ papar Aliaman, kesal.

Hal senada dikatakan Fauzi. “Tidak ada toleransi bagi kendaraan material maupun kendaraan pembawa alat berat, bila tetap melewati jalur lama kami stop dan suruh putar balik, diharapkan pihak Waskita Sesi III maupun Subkontraktor nya agar tidak membandel, jalan tol sudah hampir selesai, kalau benar sudah ada jalan alternatif lain, secepatnya jalan, got dan trotoar diperbaiki, kalau dibiarkan kapan lagi perbaikan seperti semula,” tandasnya diiringi dengan teriakan para warga lainnya.

Dari pantauan wartawan ini di lapangan, para warga selalu berjaga setiap malam bahkan memang ada pengawalan dari beberapa orang kepercayaan para Subkontraktor Waskita Karya dan meski warga diiming-imingi uang agar kendaraan bisa lewat, tetap saja disuruh warga putar balik.

Jalan dari pangkal jembatan Kayuagung hingga menuju jalan Tol dan arah Sepucuk terlihat rusak parah bahkan di depan kantor PT Waskita Karya Sesi III lubang besar menganga, tanah berserakan, begitu juga koral split berserakan, bila cuaca terik debu berterbangan dan jika hujan turun jalan becekan, ironisnya belum ada tindakan yang berarti.

Laporan          : Aliaman
Editor/Posting : Imam Ghazali