Stabilkan Harga Pasar, TTIC Gandeng 16 Gapoktan di OKU

25
Sekda Kabupaten OKU, Ahmad Tarmizi, Selasa (15/9) secara resmi melaunching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Kab. OKU, di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Baturaja, OKU, Sumsel.

OKU – Sekda Kabupaten OKU, Ahmad Tarmizi mengatakan, ketersedian pangan yang cukup, aman dan bermutu merupakan prasyarat utama yang harus dipenuhi pemerintah dalam mencakupi kebutuhan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri pangan sangat krusial bagi kehidupan manusia.

Dia menilai, kenaikan harga pangan kebutuhan pangan pokok yang tiap tahunnya terjadi, menjadi masalah rutin bagi masyarakat dan pemerintah.

“Kenaikan harga pangan akan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat (akses pangan), yang dapat berdampak terhadap situasidan kondisi ketahanan pangan rumah tangga dan individu,” ujar Sekda, usai melaunching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Kab. OKU, di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Baturaja, OKU, Sumsel, Selasa (15/9).

Sementara kepala Dinas ketahanan Pangan Supriono mengatakan, melakukan terobosan untuk solusi permanen dalam rangka stabilisasi harga pangan melalui penumbuhan TTI dengan tujuan, menyerap produk pertanian, memperpendek rantai distribusi pemasaran dan memberikan kemudahan akses pangan konsumen atau masyarakat.

Tahun ini, merupakan tahap awal penumbuhan TTI sebagai pilot project dengan sasaran 16 Gapoktan yang ada di Kab OKU .

“Diharapkan agar TTIC dilakukan secara berkelanjutan serta bersinergi dengan kegiatan operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog dalam kegiatan pasar murah,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Taufik Gunawan melalui Nasratul Auda mengatakan pihaknya mengakomodir Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Sumsel. Seperti, Kabupaten Banyuasin, OI, OKI, OKU Timur, Mura, Lubuklinggau dan Lahat.

lebih lanjut dia mengatakan, saat ini sudah terbentuk 7 TTIC di Provinsi Sumsel.

“Produk yang dijual ini memang hasil dari Gapoktan yang ada di Sumsel ini.

Dengan adanya pemasaran beras dari Gapoktan selaku produsen langsung ke pasar tingkat konsumen di Sumsel, untuk membantu penstabilan harga, produsen dapat menikmati harga layak dan konsumen membeli dengan harga yang lebih murah,” terangnya.

Laporan : Amelia III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here