SPM Minta Kejari OKI Ungkap Aktor Intelektual di Balik Pengadaan Baju

0
274
SPM Sumsel saat melakukan aksi di halaman Kantor Kejari OKI. (foto: Ali)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG-Puluhan warga yang tergabung dalam Serikat Pemuda dan Masyarakat (SPM) Sumatera Selatan mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir. Mereka mendesak agar kasus -kasus indikasi korupsi di Kab. OKI agar diusut secara tuntas, Kamis (19/4/2018).

Koordinator aksi Yovi Meitaha didampingi Povi Damarian SH dalam orasinya menegaskan bahwa meminta kepada Kejari OKI agar mengusut dan mengungkap dugaan indikasi mark up Dana Desa (DD) tahun 2016 pada pengadaan Buku PAUD dan Buku Bercocok Tanam untuk satu desa sebesar Rp 7,5 juta perdesa. Sementara jumlah desa di Kab.OKI sebanyak 314 desa. Mengusut indikasi PNS/ASN berinisial TS yang diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan Bupati OKI, serta mendesak Kejari OKI agar dapat mengusut dan mengungkap aktor di balik kasus pengadaan baju ustadz/zah tahun 2015 sebesar Rp. 825 juta. Karena tersangka diduga hanya menjalankan perintah atasan. “Kita akan kawal kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.

Sementara itu Kejari OKI, Viva Hari Rustaman SH melalui Kasi Pidsus Kejari OKI, Sutriyono saat dikonfirmasi wartawan Sumateranews.co.id mengatakan pihaknya akan mengklarifikasi semua kebenarannya. ‘’Kalau memang ditemukan indikasi tindak pidana, ya kita lanjutkan. Kan namanya pengadaan itu belum tentu orang itu ngomong benar. Kita harus teliti, pengadaan yang betul yang bagaimana dan kita harus melalui proses. Harus tanya kesana-kesini kepada pihak-pihak yang berwenang. Kalau sekarang kita belum bisa ngomong apa-apa. Kalau tahu-tahu kita lakukan ke tingkat yang lebih tinggi, nggak ada bukti, kita diprotes orang,’’ tutur Sutriyono.

Ditanya mengenai proses penyidikan terhadap kasus ambruknya atap rumah dinas Bupati OKI sudah sampai dimana, Sutriyono menegaskan: “Tanya Kasi Intel.”

Laporan          : Aliaman

Editor/Posting : Imam Ghazali