SPM dan Masyarakat Kayuagung Demo PT. Waskita

0
433

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Sarikat Pemuda dan Masyarakat Sumatera Selatan (SPM Sumsel) bersama puluhan perwakilan masyarakat Kayuagung melakukan Aksi Damai ke gedung DPRD OKI. Meeraka mendesak agar PT.Waskita Karya dan Perusahaan Sub Kontraktor untuk bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan serta fasilitas lainnya seperti got atau drainase serta trotoar yang rusak serta kecelakaan yang kerap terjadi hampir setiap harinya  serta menelan korban jiwa yang diduga akibat dampak dari kendaraan perusahaan PT. Waskita Karya maupun PT.Subkon lainnya  yang mengangkut material, tanah maupun paku bumi dan alat berat lainnya yang diduga telah melebihi batas tonase, Senin (5/3/2018).

Koordinator aksi SPM Sumsel, Yopi Meitaha didampingi Popi Damarian SH dalam orasinya mendesak agar DPRD OKI dan penegak hukum untuk merekomendasikan ke Bupati OKI agar menindak tegas perusahaan yang melanggar  kesepakatan bersama dengan pihak Pemda OKI. Apalagi belum lama ini akibat jalan yang rusak karena imbas dari pelaksanaan jalan tol yang dikerjakan oleh PT.Waskita Karya maupun perusahaan Sub Kontraktor lainnya, mengakibatkan satu anak SDN 17 Kayuagung bernama Ayu Zubaidah binti Riswan (8) meninggal dunia akibat kecelakaan maut pada Jumat (2/3/2018).

‘’Selain itu kami juga mendesak DPRD OKI dan aparat penegak hukum agar membentuk tim untuk mengusut tuntas agar Perusahaan yang belum memiliki amdal supaya tidak boleh beroperasi, seperti PT.Waskita Preacast Beton dan PT. Waskita Reademix serta PT Keraton karena diduga belum memiliki izin amdal,’’ tegasnya.

Sementara itu perwakilan masyarakat Kayuagung, Aliaman dalam orasinya meminta agar DPRD OKI dapat membantu masyarakat untuk mencarikan solusi agar kerusakan jalan dalam wilayah Kayuagung dapat segera diperbaiki.

“Kami atas nama masyarakat Kayuagung meminta kepada DPRD OKI untuk memanggil pihak PT. Waskita supaya jalan yang rusak dan juga got serta trotoar jalan yang dibangun oleh Pemkab. OKI sebelumnya agar segera diperbaiki,” cetusnya.

Kepada PT. Waskita Karya agar dapat memberikan konpensasi bagi  korban yang mengalami  kecelakaan akibat dampak dari pembangunan jalan tol tersebut,’’ tambahnya.

Para pendemo tersebut akhirnya diterima oleh anggota DPRD OKI dan melakukan rapat di ruang Banggar DPRD OKI yang dihadiri, Wakil Ketua DPRD OKI, H.Nawawi Anang SH, Ketua Komisi 3 DPRD OKI, Efredy Jurianto beserta anggotanya seperti H.Solahudin Djakfar SH, Juni Alpansuri, dan Budiman SP.MP, dan para FKPD OKI, Kasat intelkam Polres OKI, Kapolsekta Kayuagung beserta anggotanya, Kodim 0402 OKI-OI serta para OPD terkait permasalahan tersebut termasuk pihak PT.Waskita Karya.

Adapun kesimpulan rapat tersebut di antaranya, PT.Waskita Karya maupun Perusahaan Sub Kontraktor harus bertanggung jawab dan segera memperbaiki kerusakan jalan maupun fasilitas pemerintah lainnya yang rusak akibat dampak pembangunan jalan tol tersebut.

Kepada Dinas Lingkungan Hidup OKI agar dapat bertindak tegas terhadap Perusahaan yang belum mengantongi izin amdal. Kendaraan yang lewat tidak boleh melebihi tonase dan setiap kendaraan harus diuji kelayakannya serta kendaraan pengangkut tanah, bahan material, besi, dan paku bumi hanya dioperasikan pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

Namun sangat disayangkan hasil rapat yang disaksikan masyarakat Kayuagung dan juga wakil ketua DPRD OKI yang juga selaku pimpinan rapat serta instansi terkait lainnya tersebut tidak dituangkan dalam berita acara kesepakatan bersama antara pihak PT. Waskita dengan pihak SPM Sumsel dan perwakilan masyarakat Kayuagung lainnya.

Laporan             : Aliaman

Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article