SP3 Kasus Pemilu OKI Dipertanyakan

477

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG- Meskipun kasus dugaan kecurangan yang terjadi di Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran OKI yang dilaporkan oleh Abdul Hamid ke Bawaslu dan Sentra Gakkumdu dengan nomor laporan 03/LP/PL/KAB/06.12/IV 2019 dengan terlapor KPPS TPS 01 Desa Sukaraja; Mamduh KPPS TPS 05 Desa Sukaraja; Latif PPS Desa Sukaraja dan Dr Muhammad Tito Narudin. Dari hasil penelitian dan pemeriksaan di Bawaslu dan sentra Gakkumdu OKI terhadap laporan/temuan yang masuk dan hasil kajian pengawas pemilu, statusnya ditindaklanjuti untuk terlapor terkait, berdasarkan pleno dan pembahasan ke Bawaslu Kab. OKI bahwa: KPPS TPS 01 Desa Sukaraja diduga memenuhi unsur pelanggaran tindak pidana pemilu dan adanya keterlibatan oknum Kades Sukaraja.

Namun hasil pemeriksaan Sentra Gakkumdu tersebut, berkas perkara  kasus dugaan kecurangan pemilu pileg 2019 yang terjadi di KPPS TPS 01 Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kab.OKI, Rabu Tanggal 22 Mei 2019 laporan tersebut telah dilimpahkan Ketua Bawaslu OKI, Ikhsan Hamidi didampingi Komisioner Bawaslu OKKI lainnya ke Penyidik Polres OKI dengan tanda bukti lapor (TBL) Nomor: TBL/681/V/2019/Sumsel/Res.OKI.

Terhitung 14 hari kerja (22 Mei s.d 17 Juni 2019) perkara kasus dugaan kecurangan pemilu legislatif 2019 di Desa Sukaraja dengan terlapor KPPS TPS 01 Desa Sukaraja Kec. Pedamaran naik ke tahap penyidikan.

Dari hasil penyidikan dan gelar perkara pihak penyidik Polres OKI dan Gakkumdu OKI, akhirnya Kapolres OKI menetapkan kasus tersebut dihentikan dengan mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) terhadap kasus tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media ini, Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syahputra SH., SIk.MM melalui Kasat Reskrim Polres OKI AKP Agus Prihadinika SH.,SIk saat  menerangkan hasil penyidikan di ruang kerjanya, Selasa (25/6/2019) terhadap SP3 kasus dugaan kecurangan Pileg 2019 di Desa Sukaraja Kec.Pedamaran tersebut mengatakan, terhadap hasil penyidikan yang dilakukan oleh pihak penyidik Polres OKI selama waktu 14 hari kerja (22-17 Juni 2019), kita harus menentukan sikap. Pada Hari Selasa tanggal 18 Juni 2019, dari hasil penyidikan itu sudah ditandatangani oleh Bapak Kapolres.

“Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan Terhadap Perkara tersebut, untuk memberikan kepastian hukum dengan segera membuat SP3, karena “Alat Bukti” yang kita temukan belum cukup untuk menentukan seseorang sebagai “Tersangka” dan di samping itu karena waktu kita terbatas,’’ tegasnya.

Lanjutnya, di hari terakhir (17/6/2019), setelah melakukan gelar perkara didapat bahwa perkara ini alat buktinya belum cukup untuk menentukan seseorang sebagai tersangka. Kalau belum bisa menentukan bahwa seseorang menjadi tersangka berarti berkas ini belum bisa dikirim le Kejaksaan.

Menyikapi hal tersebut, Abdul Hamid sebagai Pelapor mengatakan, kalau soal waktu penyidikan itu sepakat penyidikannya hanya ada waktu selama 14 hari kerja. ‘’Akan tetapi mengapa SP3 ini baru diberitahukan sekarang (Selasa, 25/6/2019). Selain itu dibentuknya Gakkumdu tujuannya untuk menyederhanakan kasus, mempersingkat waktu agar tidak terjadi penyidikan seperti penyidikan biasanya,’’ terangnya.

Pada saat di Gakkumdu semuanya sangat jelas dan disidik oleh Kejaksaan, Bawaslu dan Polres OKI sendiri, penyidiknya sama bahkan dari hasil penelitian dan pemeriksaan di Gakkumdu sendiri. Menurut Ketua Bawaslu Ikhsan, ada 8 (delapan) tersangka termasuk oknum Kades Sukaraja. Namun hasil penyidikan di Polres OKI tidak ditetapkan satu pun tersangka oleh penyidik.

Padahal awalnya ditanggal 17 Juni 2019 Kapolres OKI sendiri yang mengatakan ada 1 (satu) tersangka, sekarang dikatakan tidak ada tersangka dan kasus di SP3 kan, ini ada apa?

Selain itu juga pada saat pembukaan kotak suara TPS 01 Desa Sukaraja di KPU OKI, tidak dilibatkannya saksi-saksi partai politik lainnya. Padahal hingga saat ini pihak KPU OKI belum mengumumkan Calon DPRD OKI 2019-2024 terpilih karena masih ada sengketa pemilu di OKI, ini ada apa?

“Dengan di SP3 kannya kasus ini, kita sangat kecewa dan akan melakukan upaya hukum lainnya,” tandasnya.

Pemberitahuan SP3 oleh Kasat Reskrim Polres OKI yang digelar di ruang Kasat Reskrim  tersebut dihadiri Sentra Gakkumdu (Bawaslu, Kejaksaan dan Polres OKI) serta LSMdan para wartawan yang sempat hadir.

 

Laporan          : Aliaman

Editor/Posting : Imam Ghazali

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here