Sopir Angkot Minta Taksi Online Ditutup

0
142

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Ribuan sopir Angkutan Kota (Angkot) di Palembang, mendatangi Kantor Gubernur Sumsel di Jalan Kapten A Rivai, Kecamatan Ilir Timur, Rabu (27/9/2017).

Tak hanya mendatangi Kantor Pemprov Sumsel, sopir angkot pun mendatangi Kantor DPRD Sumsel dan Kantor Walikota Palembang. Kedatangan para sopir angkot ini untuk  mendesak agar Pemprov Sumsel, Walikota Palembang dan dewan di DPRD Sumsel menghentikan operasional taksi berbasis dalam jaringan (Daring).

Aksi ini dimulai dari Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel sebagai titik pertemuan dan dilanjutkan long march menuju Kantor Gubernur Sumsel.

Koordinator Aksi, Syafruddin Lubis mengatakan, kedatangan sopir angkot ke Kantor Gubernur ini untuk menuntut dan meminta pemerintah agar menghentikan sementara operasional taksi daring atau online selama belum dikeluarkannya keputusan dari pemerintah pusat.

“Kami meminta sementara agar taksi online ini ditutup dulu, karena jika tidak dilakukan maka ditakutkan akan terjadi tindakan di luar dugaan,” ujarnya.

Mereka mengharapkan Pemprov Sumsel mengeluarkan sementara Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur operasional taksi online sehingga kondisi dapat terjaga.

“Aksi ini kami lakukan dengan damai tapi jika tidak didengarkan maka kami tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya,” jelasnya.

Sementara itu, Subhan salah satu peserta aksi yang merupakan sopir angkot menambahkan dengan adanya taksi daring atau online pendapatannya berkurang. “Kebutuhan hidup untuk keluarga sangat banyak, tapi penghasilan sehari-hari tidak mencukupi, sehari-hari kami hanya memperoleh uang Rp 15 ribu, bagaimana kami bisa hidup,” ujarnya.

Laporan   : Mella

Editor       : Imam Ghazali

Posting     : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article