Soal Dugaan Dua Warga Pekan Baru Mencoblos di TPS Pasar 1, Ini Tanggapan Ketua KPU Prabumulih

77
FOTO COPY KTP DUA WARGA PEKAN BARU: Tampak lembaran foto copy KTP dan Surat Pemberitahuan Daftar Pemilih Tambahan Dalam Negeri Pemilu milik dua warga Pekan Baru, Riau. Kedua pemilik KTP ini diduga melakukan pencoblosan di salah satu TPS Kelurahan Pasar 1 Prabumulih.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Munculnya kasus dugaan adanya dua warga asal Rumbai Pesisir, Pekan Baru, yakni TA dan S (inisial, red) yang mencoblos di salah satu TPS di Kelurahan Pasar 1 Kecamatan Prabumulih Utara, pada Rabu 17 April 2019 lalu, mulai membuat heboh warga belakangan ini.

Pasalnya, warga menilai mesti keduanya memiliki atau terdaftar di DPT maupun DPTb di salah satu TPS di Prabumulih, kedua warga asal Riau itu tetap tidak bisa memilih karena terganjal domisili alamat KTP keduanya.

“Apalagi ini informasi keduanya tidak terdaftar sama sekali (di DPT dan DPTb), kok sampai bisa mencoblos disini itu bagaimana ceritanya, ada kepentingan apa keduanya memilih disini, dan siapa yang mengarahkannya kesini. Ini harus dibongkar, jika benar informasinya harus diusut tuntas,” ujar King Snop, warga Prabumulih Utara, mencoba menyampaikan pertanyaan itu kepada wartawan, Sabtu siang (26/5/2019) kemarin.

Bahkan, pengurus LSM MACAN (Masyarakat Cinta Nusantara) ini meminta pihak terkait dalam hal ini Bawaslu Prabumulih agar mengusut dugaan kejadian tersebut, serta memprosesnya jika terbukti.

“Karena kalau tidak ada dugaan keterlibatan orang-orang di dalam KPU sendiri hal itu tidak mungkin terjadi. Ini pihak Bawaslu harus turun untuk menyelidikinya, dan melaporkannya,” tandas ia.

Senada juga disampaikan oleh pengurus LSM MACAN lainnya, yakni Romzi. Bahkan Romzi menambahkan, pihaknya berencana dalam waktu dekat akan meminta klarifikasi langsung dugaan temuan tersebut ke KPU Prabumulih.

“Jika dugaan itu benar, Ini sudah pelanggaran etik yang dilakukan pihak KPU, ini akan kita laporkan,” tegasnya.

Sementara, menanggapi dugaan adanya dua warga asal Pekan Baru yang mencoblos di salah satu TPS yang ada di Kelurahan Pasar 1, Kecamatan Prabumulih Utara pada saat pencoblosan, ditanggapi santai oleh Ketua KPU Prabumulih, Marjuansyah.

“Terjadi di TPS mana itu, kita tidak tahu. Dan kalau memang benar itu, sudah tidak bisa kita proses lagi karena sekarang sudah masuk tahapan gugatan di MK,” jawab Marjuansyah, ketika dihubungi via ponsel, belum lama ini.

Menurut dia, seharusnya begitu diketahui informasi kejadian seperti itu pada saat pencoblosan atau ketika pleno di tingkat kecamatan harus dilaporkan supaya bisa diproses lebih lanjut.

“Kalau sekarang tidak bisa lagi, namun andai itu benar kok bisa dan ada apa juga mereka memilih disini karena jelas alamat domisili KTP nya tidak bisa meski sekalipun keduanya terdaftar di DPT maupun DPTb sini,” ungkapnya menyayangkan kejadian tersebut.

Disinggung terkait adanya dugaan kedua pasangan suami istri (warga Pekan Baru) itu masuk di form A5, kembali dijelaskan oleh tokoh pemuda Muhammadiyah ini dirinya tidak mengetahuinya sama sekali, dan mengaku tidak bisa memprosesnya (menyelidikinya) karena sudah lama.

“Itu tadi (info itu) kita tidak bisa memprosesnya karena sudah lama, cuma kita menyesalkan seandainya itu benar terjadi,” tandasnya.

Posting : Donni

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here