Soal 1 Pegawainya Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Plh Kepala Perwakilan BPKP Sumsel

224
Plh. Kepala Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Hari Santoso, didampingi Rusdi Sofyan Koorwas investigasi 1, dan Lindung Sirait selaku Koorwas investigasi 2, saat diwawancarai di ruang serbaguna Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Selatan, terkait salah satu pegawainya, yang terpapar Covid-19, Senin (10/8).

Sumateranews.co.id, PALEMBANG, – Penyebaran klaster baru Covid-19 di perkantoran kini juga terjadi di kantor BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini juga dibenarkan oleh Plh. Kepala Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Hari Santoso, Senin (10/8).

Menurut dia, yang bersangkutan terpapar Virus Covid 19 setelah hasil swabnya terindikasi Covdi 19.

“Saat ini yang bersangkutan sudah melakukan isolasi mandiri di rumah dengan sistem protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Hari, yang ketika ditemui didampingi oleh Rusdi Sofyan Koorwas investigasi 1, dan Lindung Sirait selaku Koorwas investigasi 2, di ruang serbaguna Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Selatan.

Terkait hal itu, lanjut Hari, pihaknya langsung mengambil langkah langkah cepat dengan berkoordinasi kepada seluruh manajemen, pada Jumat lalu.

“Kemudian hari Sabtu kita mengadakan rapat, lalu Minggu kemarin kami melaporkannya kepada Dinkes Kota Palembang.

Hari ini Dinas Kesehatan Kota Palembang langsung melakukan tracking kemudian mengambil langkah langkah untuk melakukan swab dari hasil tracking yang dianggap potensial erat untuk memastikan kenyamanan pegawai dengan hasil swab,” terangnya.

Dia melanjutkan, bahwa BPKP sendiri telah mengambil kebijakan dengan mengacu kepada protokol kesehatan yang ada, bahwasanya yang bersangkutan harus melakukan isolasi kecuali ada gejala.

“Kalau seperti itu, tentunya ada penanganan khusus dikarenakan yang bersangkutan tidak ada gejala jadi melakukan isolasi mandiri yang dipantau oleh internal BPKP sendiri karena kami memiliki aplikasi yang dapat memantau kondisi kesehatan pegawainya setiap hari,” tandasnya.

Dinkes Kota Palembang sendiri, menurutnya, mempunyai ketentuan apabila si pasien memiliki gejala harus diisolasi di rumah sakit begitu pun sebaliknya apabila tidak ada gejala disarankan untuk melakukan isolasi mandiri dengan menjaga asupan dan diberikan motivasi untuk bahagia agar imunitasnya meningkat dan kembali sembuh seperti sedia kala.

“Untuk pegawai BPKP ini sendiri berinisial SI, seorang perempuan mengingat riwayat perjalanannya pulang dari Kota Padang Provinsi Sumatera Barat,” sebut Hari.

Disinggung terkait awal mula penyebaran virus Covid 19 ini, diakui Hari, bahwa sebelumnya memang sudah ada yang terpapar Covid 19.

“Jadi saat ini kami mempunyai kewajiban untuk menangani dan merawat dengan memberikan perhatian kepada salah satu pegawai kami (BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan),” sambung Hari.

Masih disampaikan Hari, bahwa pihaknya akan melakukan tes swab yang kedua terhadap pegawai yang terpapar virus Covid 19.

Sedangkan ketika ditanya mengenai apakah BPKP akan meliburkan sementara aktivitas pekerjaan dan pelayanan lainnya, dia jelaskan, dalam hal itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan.

“Mereka menyarankan yang sudah melakukan kontak berat dengan yang bersangkutan untuk dilakukan kembali test swab karena swab tersebut diharapkan dapat menentukan langkah selanjutnya dan kebijakan apa yang akan diambil terkait hasil swab tersebut,” jelasnya.

Ditambahkannya, dari beberapa pegawai BPKP yang sudah kontak erat dengan bersangkutan akan dilakukan swab pada Selasa dan Rabu nanti.

“Jadi diharapkan dapat menunggu hasil swab tersebut apabila hasil swab tersebut ada yang terpapar maka kita harus melakukan test swab kepada semua pegawai.

Dari hasil swab ini kita akan mengambil langkah untuk melakukan WFH (Work From home) atau dengan melakukan kerja di rumah dan tidak bekerja di kantor terlebih dahulu.

Rencana kita apabila ada satu saja pegawai kita yang terpapar Virus Covid 19 maka semuanya harus dilakukan test swab,” terang Hari lagi.

Mengenai aktivitas pegawai BPKP yang sudah kontak erat dengan pihak luar baik di daerah maupun di pusat, Hari mengakui bahwa memang tugas sebagai auditor itu berat.

“Dan memang itu tugas negara tetapi saya menyarankan kepada seluruh pegawai BPKP untuk menerapkan protokol kesehatan yang ada,” tandasnya.

Selanjutnya, Hari juga mengimbau kepada seluruh pegawai BPKP untuk dapat mematuhi protokol kesehatan yang ada dan menjaga kesehatan dengan melakukan pemantauan kesehatannya melalui aplikasi yang ada. Dirinya juga akan mengurangi melakukan pertemuan dengan seluruh stakeholder, dan cukup dilakukan melalui virtual.

“Saya menyarankan untuk melakukan secara virtual dan daring,” tukasnya.

Laporan : Are III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here