SMPN 5 INDRALAYA PERJUANGKAN ADIWIYATA MANDIRI

0
358

Sumateranews.co.id, INDRALAYA- Meski tidak mudah bahkan harus berjuang, namun niat SMP Negeri 5 Indralaya Utara untuk meraih Adiwiyata Mandiri kian terbuka.

Sebab, syarat untuk mendapatkan penghargaan lingkungan hidup telah dipenuhi tanggal 12 Juli 2017 lalu. Dimana saat itu Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin telah menyerahkan penghargaan Adiwiyata Provinsi kepada SMPN 5 ini. Dengan penghargaan dari provinsi itu, maka kini pihak sekolah terus berjuang untuk mendapatkan adiwiyata mandiri.

Adiwiyata merupakan salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Menurut Kepala SMP Negeri 5 Indralaya Utara Nirwan Yuliz Alsof S.Ag untuk mendapatkan Adiwiyata Mandiri perlu tahapan yang harus dipenuhi. Minimal pihaknya sudah pernah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Provinsi Sumatera Selatan, dan itu sudah dipenuhi. “Tak mudah dalam berkomitmen menjalankan program lingkungan ini. Apalagi basisnya sudah tingkat nasional, banyak yang perlu diperbaiki dan ditata, juga penerapan kebersihan lingkungan pada siswa,” ungkapnya, Kamis (20/7/2017).

Butuh perjuangan besar untuk program tersebut karena terlalu rumit dan sulit untuk dijalankan. Namun ternyata, siswa dan guru sangat semangat dalam mendukung dan menjalankan program ini. “Akhirnya kita putuskan untuk terus melajutkan program adiwiyata ini. Ternyata siswa jauh lebih semangat dalam menyiapkan data dan lainnya untuk menuju adiwiyata mandiri,” paparnya.

Sebab, untuk bisa ikut program Adiwiyata harus bisa memenuhi 64,5 poin yang dijabarkan menjadi 33 indikator. ‘’Semuanya harus bernilai lebih dari 64,5,’’ tambah Koordinator Adiwiyata SMP Negeri 5 Indralaya Utara Marlidyiah, S.Pd.

Poin pertama yakni kebijakan berwawasan lingkungan. Sekolah harus membuat kebijakan kegiatan yang berwawasan lingkungan. Selain itu, visi misi pun harus menuju ke lingkungan. “Sekolah juga harus menjalankan kurikulum berbasis lingkungan. Dalam pembelajaran harus menerapkan lingkungan. Guru memberikan pengajaran pada siswa dengan dikaitkan kepada lingkungan, hasil karyanya pun berbasis lingkungan,” paparnya.

Sebagai contoh, semua pelajaran yang harus di integrasikan dan di hubungkan dengan belajar mengenai rumus-rumus saja, kali ini dikaitkan dengan lingkungan. Misalnya saat ada materi himpunan, dicontohkan ada himpunan sampah organik dan non organik, kemudian dipilah dan dihitung kembali. Sehingga ada unsur lingkungannya, walaupun dalam pelajaran matematika.

“Selain itu pelajaran PKN, mereka bisa bermain sosio drama, misalnya tentang kemerdekaan, sewaktu mereka bermain sosio drama, alat alatnya itu memakai tutup kepala atau baju yang terbuat dari bahan-bahan bekas,” cetus Marlidyidiah.

Di semua pelajaran yang ada, harus terdapat soal lingkungannya, namun tidak seluruh tema. Minimal dalam satu semester mereka bisa mengkaitkanya pada lingkungan beberapa kali.

Selain dimasukkan kedalam pelajaran, mereka juga mengkomunikasikannya melalui media. Misalnya mading, facebook, blog, website, dan lainnya. “Hal ini dimaksudkan agar tidak hanya kita saja yang tau tentang lingkungan, hal ini harus diketahui orang lain. Dengan memposting hasil lingkungan di media, maka dapat memberikan ilmu kepada orang yang melihat media tersebut,” ungkapnya.

Selain komunikasi pembelajaran berbasis lingkungan hidup, sekolah juga harus menjalin kemitraan untuk kegiatan-kegiatan yang berwawasan lingkungan. SMP Negeri 5 Indralaya Utara melibatkan orangtua siswa dalam pengetahuan lingkungan hidup. Orangtua siswa yang berkompeten di bidang lingkungan dilibatkan sebagai narasumber untuk mempelajari tentang lingkungan.

“Kami juga berkerjasama dengan komite sekolah untuk mengadakan kegiatan kegiatan berbasis lingkungan. Selain dengan komite, kami bermitra dengan Bank Sampah Ceria Ogan Ilir BLHD OI dan LSM, Puskesmas Indralaya,” bebernya. Misalnya dalam pemenuhan fasilitas kebersihan di sekolah. Pihak sekolah pernah mendapatkan gerobak sampah, tempat sampah, dan pot dari Bank Sampah Ceria OI.

Sekolah juga bermitra dengan BLHD, pihaknya meminta penyuluhan tentang duta lingkungan, biopori, dan masalah masalah pembinaan tentang adiwiyata.

SMP Negeri 5 Indralaya Utara juga pernah bekerjasama dengan Unsri Mereka pernah menyumbang 100 pohon yang ditanam di pekarangan sekolah melalui OSIS SMP Negri 5 Indralaya Utara kabupaten Ogan Ilir.

“Kami juga pernah membuat kerajinan-kerajinan daur ulang seperti kardus susu bekas, bungkus kopi dan lainnya. Siswa dan guru bersama-sama mempelajari karya daur ulang untuk dijadikan gantungan kunci, dompet, tempat handphone, tas dan lainnya. Hasilnya kita pakai sehari-hari, bukan hanya dijadikan pajangan saja,” tandasnya.

Laporan : H. Sanditya Lubis

Editor : Imam Ghazali

Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article