Sita 800 Pak Petasan, Ini Janji Pedagang Ketika Dirazia Langsung Kapolres Prabumulih dan Jajarannya

0
342
Razia : Tampak salah satu petugas Timsus Gurita Pores Prabumulih, saat memberikan penyuluhan dan larangan berjualan petasan khususnya yang berdaya ledak tinggi.

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Tak ingin kecolongan, dan guna menciptakan kondisi aman saat perayaan pergantian tahun yang tinggal beberapa hari lagi, pihak Kepolisian resort (Polres) Prabumulih kembali menggelar razia petasan di sekitar kawasan Pasar Tradisional Modern (PTM) I kota Prabumulih, Jumat (29/12) sore, sekitar pukul 15.30 WIB.

Bahkan dalam kegiatan razia yang dipimpin langsung Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM ini petugas Timsus Gurita berhasil menyita dan mengamankan sebanyak sekitar 800 pak petasan dari sejumlah pedagang petasan yang berjualan di sekitar pasar tersebut. Tak hanya itu, dihadapan Kapolres dan petugas para pedagang petasan ini berjanji tidak akan menjual petasan lagi, baik yang berjenis memiliki daya ledak rendah maupun yang tinggi.

Diantaranya, seperti yang disebutkan Suprianto (20) warga Kelurahan Pasar 1 Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih yang merupakan pemilik sekaligus penjual petasan. Pedagang ini usai mendapatkan pengarahan langsung dari Kapolres, dirinya berjanji tidak akan menjual petasan lagi.

“Razia ini bertujuan untuk memberikan pengarahan dan pendataan para pedagang petasan di areal pasar Prabumulih, guna menciptakan kondisi dan situasi yang aman menjelang perayaan tahun baru 2018 nanti,” sebut Kapolres, yang saat itu didampingi langsung Kasatreskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH.

Bahkan Kapolres, juga menghimbau kepada sejumlah pedagang petasan untuk tidak menjual kepada anak dibawah umur. ” Hal ini kita lakukan untuk memberikan pengarahan sekaligus larangan penjualan petasan dengan daya ledak maupun yang terbilang rendah, ” ujar Kapolres.

Menurut Andes, larangan menjual petasan kepada anak-anak dibawah umur karena mereka (anak-anak, red) tidak mengerti dampak dan bahaya ledakan petasan yang dapat menyebabkan luka bakar dan menganggu kesehatan karena terhisap dari asap yang ditimbulkan dari mesiu yang terbakar.

“Asap dari ledakan petasan termasuk asap dengan kelas yang bebahaya, selain dapat memacu sesak nafas pada penderita asma, ledakan petasan dapat memicu terjadinya kebakaran rumah dan juga dapat menyebabkan cidera anggota tubuh,” pungkasnya.

Laporan : AD

Editor     : Donny