Sidak RSUD Bangkinang, Sekda Kampar: Saya Beri Waktu Enam Bulan Perbaiki Pelayanan

47
SIDAK RSUD BANGKINANG: Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Drs Yusri, M.Si, Selasa pagi (18/6/2019) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Bangkinang. Kegiatan sidak dia lakukan menyusul banyaknya laporan pengaduan masyarakat, serta melihat kondisi pelayanan rumah sakit milik daerah tersebut yang semakin memprihatinkan.

Sumateranews.co.id, KAMPAR – Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Drs Yusri, M.Si, Selasa pagi (18/6/2019) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Bangkinang. Kegiatan sidak dia lakukan menyusul banyaknya laporan pengaduan masyarakat, serta melihat kondisi pelayanan rumah sakit milik daerah tersebut yang semakin memprihatinkan.

“Kita ingin ada perubahan yang mendasar baik dari sisi penganggaran sekaligus management serta kesejahteraan. Kita ingin semua itu dengan totalitas,” ungkap Sekda Kampar, saat melakukan diskusi dengan petinggi RSUD Bangkinang mulai para Kabid dan para dokter.

Dalam diskusi itu, Sekda Kampar juga memberikan waktu lebih kurang enam bulan bagi pimpinan rumah sakit untuk melakukan evakuasi dan perbaikan baik pelayanan pasien, kebersihan sampai keperawatan gedung.

“Kepada Direktur RSUD nantinya agar setiap hari mengecek seluruh ruangan, baik cek kebersihan, pelayanan maupun admintistrasinya. Disetiap lantai harus ada tempat lapor atau layanan pengunjung,” tegas Yusri, yang dalam sidak itu didampingi Plt Kadis Kesehatan Kampar, Dedi Sambudi.

Masih dikatakan Yusri, dirinya menyayangkan besaran anggaran yang dikeluarkan setiap tahunnya tetapi pelayanan kesehatannya masih jauh dari harapan.

“Ada uang banyak tetapi tidak bermamfaat terhadap pelayanan, untuk itu sekali lagi sumber daya harus kita efesiensikan dan harus yang utama dievaluasi,” sebut Yusri.

Yusri mencontohkan, penggunaan anggaran untuk operasional yang seharusnya masih bisa dikerjakan oleh beberapa orang saja.

“Makanya ini perlu evaluasi, lebih baik ini kita efisiensikan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, dari pada kita menghamburkan-hamburkan uang kepada yang tidak tepat. Seperti bisa kita lihat dari pemanfaatan Celeng Service (CS) saja, setiap tahun menghabiskan anggaran Rp1 milyar lebih. Kedepan ini cukup satu orang karyawan baik ASN maupun THL yang bertanggung jawab membersihkan satu ruanggan setiap harinya,” pungkasnya.

Laporan : Arifin

Editor     : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here