Sidak Proyek Fly Over Simpang Sekip, Komisi IV DPRD Sumsel Minta Pekerjaannya “On The Track”

0
205

PALEMBANG – Komisi VI DPRD Sumsel bersama Dinas PU BM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Jumat, 12 Agustus 2022, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada pekerjaan pembangunan Fly Over Simpang Sekip jalan Basuki Rahmat – jalan Angkatan 66 Palembang.

Sidak ke lokasi pembangunan fly over tersebut langsung dikomandoi oleh Ketua Komisi IV DPRD provinsi Sumatera Selatan, Ir. Holda M.Si.

Dikatakan Holda, bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan selain melihat langsung proses pekerjaan di lapangan, juga mendengarkan keluhan dan kendala yang tengah dihadapi oleh pihak penyedia jasa dan pelaksana (kontraktor).

“Alhamdulillah, pada hari ini, kita sangat bersemangat dalam melakukan pengawasan yang tidak lain tujuannya adalah untuk kepentingan bersama dan masyarakat banyak.

Dengan adanya pembangunan fly over ini kita harapkan ke depannya lalu lintas yang ada di persimpangan jalan Angkatan 66 ini dapat segera diatasi sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat daripada pembangunan fly over ini,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Ia mengatakan, kedatangan pihaknya bersama Dinas PU BM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel itu guna melihat langsung progres pembangunan Fly Over serta kemajuan yang telah dicapai oleh pelaksana kegiatan .

“Alhamdulillah, pembangunan fly over ini setahap demi setahap sudah mulai berjalan, sudah ada perkembangan yang cukup bagus dan memang untuk saat ini ada hambatan sedikit, Insya Allah dalam waktu dekat ini kendala tersebut dapat segera diatasi dan diselesaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Holda juga menjelaskan terkait anggarannya, pihaknya sudah mengalokasikan anggarannya untuk ganti rugi lahan kepada Pemerintah provinsi Sumsel melalui Dinas PU BM dan TR Provinsi Sumsel.

“Anggarannya sudah siap dan tidak ada kendala yang berarti untuk ganti rugi lahan, uangnya sudah kita siapkan dan anggarannya sudah tersedia kok,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPRD provinsi Sumatera Selatan, H. Hasbi Hasadiki menambahkan, kegiatan monitoring dilakukan untuk mengetahui proses pengerjaannya sesuai dengan schedule atau tidak.

“DPRD Sumsel bersama Pemprov Sumsel turut berperan dengan berkontribusi dalam memberikan dukungan anggaran terhadap pembebasan lahan, dan ini butuh dukungan besar semua pihak sehingga pembangunan fly over ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar sehingga pembangunannya dapat langsung kita rasakan manfaatnya,” imbuhnya.

Diakuinya memang untuk saat ini, yang menjadi kendala salah satunya adalah adanya beberapa persil lahan yang belum terselesaikan.

“Sehingga kita berharap dengan adanya pendekatan persuasif kepada masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah provinsi Sumsel yang mana dalam hal ini diwakilkan oleh Dinas PU BM dan TR Sumsel yang memilki kewenangan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Untuk diketahui bahwa saat ini progres yang sudah tercapai untuk pembangunan fly over ini mencapai 15 persen sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya adalah utilitas,” terangnya.

Sementara itu, Plh. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Ir. Darma Budhy melalui Sekretarsis Dinas, Ir. Novian Aswardani ST MM menjelaskan, bahwa pembangunan fly over tersebut telah berjalan sesuai rencana.

“Akan tetapi yang menjadi hambatan pembangunan adalah utilitas, seperti kita ketahui negara Indonesia ini terdapat beberapa jaringan seperti telepon, jaringan air bersih, jaringan gas yang semuanya berada di bahu jalan protokol.

Artinya kita harus menggeser atau memindahkan semua utilitas tersebut dengan segera melakukan koordinasi kepada seluruh instansi (stakeholder) yang ada demi memberikan pelayanan berupa keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang berada di sepanjang jalur pembangunan tersebut sehingga masyarakat tidak merasa terganggu dengan adanya pembangunan fly over ini,” sebut Novian Aswardani.

Dijelaskannya, bahwa utilitas yang ada di sepanjang pembangunan fly over ini ialah, adanya pipa gas bertegangan tinggi sehingga ada beberapa konstruksi yang harus ditambahkan agar berdampak terhadap penguatan pembangunan.

“Mari kita sama-sama berharap bahwa pembangunan fly over ini dapat berjalan sesuai dengan harapan kita bersama.

Kami juga meminta maaf kepada masyarakat apabila di dalam proses pembangunan fly over ini mungkin dalam beberapa waktu dapat membuat terganggunya arus lalu lintas yang ada di sekitar lokasi pembangunan fly over.

Tapi yakinlah pada suatu saat nanti dampak yang kita rasakan manfaatnya adalah terciptanya arus lalu lintas yang lancar sehingga dapat mengurai kemacetan yang ada di sekitar lokasi pembangunan fly over ini,” urainya.

Sementara itu, masih di tempat yang sama, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III Sumatera, Ryandra sangat mengapresiasi dengan adanya monitoring maupun sidak yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Sumsel bersama Dinas PU BM dan TR Provinsi Sumsel.

“Karena kegiatan ini diyakini dapat berdampak positif, selain dapat melihat langsung proses pekerjaannya juga dapat melihat kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Sehingga komisi IV DPRD Sumsel dapat segera menindaklanjuti dari hasil pertemuan ini. Dan pada hari Senin nanti, kita dapat menjelaskan progres Pembangunan Fly Over serta permasalahan yang tengah dihadapi kepada Komisi IV DPRD Sumsel,” tuturnya.

Menurut Ryandra, apapun permasalahan yang tengah dihadapi oleh pihak penyedia jasa dan pelaksana kegiatan akan dicarikan solusi yang terbaik demi terwujudnya pembangunan fly over tersebut.

“Memang kita akui bahwa di dalam proses pembangunan yang menjadi kendala adalah utilitas, tapi kita berusaha semaksimal mungkin pekerjaan pembangunan fly over ini dapat berjalan sesuai rencana atau on schedule,” jelas dia.

“Untuk saat ini kita akui bahwa proses pekerjaannya terlambat minus 3 persen. Sedangkan untuk progres pekerjaan pembangunan fly over ini sudah mencapai 15 persen. Kita menargetkan pada akhir tahun ini progres Pembangunan Fly Over Simpang Sekip ini mencapai 38 perse,” tandasnya. (Are)

Editor: Donni