Sidak di Pasar Indralaya, Disperindagkop Temukan Tahu Berformalin

0
137

Sumateranews.co.id, INDRALAYA- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Pemkab Ogan Ilir bersama unsur kepolisian dan TNI, Selasa (22/5) melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke Pasar Indralaya. Dalam sidak itu, empat pedagang dibawa ke Polsek Indralaya.

Sidak yang dilakukan disperindag ke pasar tradisional Indralaya dipimpin Sekda OI, H Herman, Asisten I H Muhsin Abdullah, Wakapolres didampingi Kapolsek Indralaya, Pabung, Kepala Dinas Kesehatan, Hj Siska Susanti, Pol PP, Koramil, dan lainnya.

Dalam sidak yang setiap tahun digelar ini, lagi-lagi ditemukan mie kuning basah, tahu berformalin dan cincau, serta cendil, serta cendol yang mengandung zat pewarna. Bagi para pedagang yang menjualnya, terpaksa dibawa petugas ke Polsek Indralaya.

Sekda Ogan Ilir, H Herman mengatakan, dari hasil test terbukti terdapat kandungan formalin pada mie kuning basah dan tahu putih. “Kedua jenis makanan tersebut positif berformalin, ada lagi cincau yang item-item itu yang sering dicampur kolak,” tuturnya.

Selanjutnya, dia mengatakan, telah memberikan pembinaan kepada pedagang agar tidak menjual bahan makanan yang berformalin. “Pada sidak ini juga kita lakukan pemantauan harga barang, hasilnya masih relatif normal. Ada yang naik, ada yang turun, seperti harga daging sapi dan ayam,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disperindakop, Ir Tapip mengatakan, tujuan sidak selain mengecek keberadaan makanan yang mengandung formalin dan zat berbahaya lainnya, juga untuk memantau kenaikan harga barang.

“Dari hasil sidak harga relatif stabil, kalau ada kenaikan juga tidak lebih dari 20 persen,” ujarnya seraya mengaku untuk stok barang tetap terjamin pasokannya.

Terpisah, Wakapolres Ogan Ilir Kompol M Rizvy Q SH mengatakan, tujuan membawa para pedagang yang menjual makanan dengan zat berbahaya ini ke Polsek Indralaya untuk dilakukan pendataan, dan agar mereka berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Kita bawa ke Polsek untuk didata, dan kita minta buat surat perjanjian agar tidak mengulangi pebuatannya. Apabila masih menjual makanan dengan bahan berbahaya, siap diberi sanksi,” tuturnya saraya mengaku keempat pedagang ini tidak ditahan.

Laporan          : Lubis

Editor/Posting : Imam Ghazali