Setelah Berdiri 249 Tahun Lalu, Tiyuh Penumangan Peringati HUT Perdana

86

Sumateranews.co.id, TULANG BAWANG BARAT – Gegap gempita kemeriahan tampak terpancar di masyarakat Tiyuh Penumangan, saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Tiyuh tersebut, Minggu (17/11/2019).

Bagaimana tidak, semenjak berdiri 249 tahun yang lalu, atau tepatnya pada 17 November 1770, Tiyuh (desa) yang berada di kecamatan Tulang Bawang Tengah, kabupaten Tulang Bawang Barat ini baru merayakan pertama kalinya hari jadinya tersebut, pada tahun ini.

Selain diisi dengan acara pemotongan tumpeng, juga digelar berbagai pagelaran seni dan hiburan. Acara perayaan HUT Tiyuh Penumangan ini dipusatkan di Balai Adat desa setempat.

Amersonoferi, salah satu tokoh adat setempat menyampaikan bahwa digelarnya acara tersebut setelah pihaknya bersama Pemerintahan desa, tokoh adat marga dan pemuda melakukan rapat bersama tua-tua kampung guna mengetahui sejarah berdirinya Tiyuh Penumangan.

“Bahwa beberapa waktu lalu pihak Aparatur Tiyuh serta Tokoh Adat Marga Tegamoan dan Pemuda melakukan rapat besar dan mengumpulkan Tua-tua Kampung untuk mengetahui sejarah adanya tiyuh penumangan,” ungkapnya.

“Dari hasil musyawarah tersebut diketahui bahwa berdasarkan sejarahnya Tiyuh Penumangan diperkirakan berdiri pada tanggal 17 November 1770.” Ungkap Amirsonnoferi saat di konfirmasi oleh awak media.

Akhirnya disepakati, pada setiap tanggal 17 November diperingati hari jadinya desa Penumangan, dan Minggu 17 November-2019 merupakan perayaan hari ulang tahun yang pertama kalinya dilakukan. Acara tersebut berlangsung di Balai Adat Tiyuh setempat dan dihadiri oleh Tokoh Kepala Marga Tegamo’an, Herman SP Gelar Minak Bangsawan Diraja, Tokoh Masyarakat, SertaTokoh Agama.

Kepalou Tiyuh penumangan Samsudin Ratu Sagon dalam sambutannya mengatakan ” bahwa Hari ini kita tetap kan dan peringati setiap tanggal 17 November merupakan Hari ulang Tahun Tiyuh (HUT) penumangan. Dalam usia yang Ke 249 ini bukanlah waktu yang singkat artinya Tiyuh penumangan sudah melewati proses yang panjang,” ungkapnya.

Untuk itu, acara juga diisi dengan penampilan Drama kolosal mengenai perjuangan Warga tiyuh Penumangan dalam menghadapi kolonial Belanda pada tahun 1949 dan menewaskan 18 warga serta 2 anggota TNI.

“Dikebumikan di Tiyuh Penumangan, namun ada sebagian pahlawan yang sudah dipindahkan di makam pahlawan Tulang Bawang oleh Bupati Tulang Bawang, Abdul Rahman Sarbini,” tukasnya.

Salah satu tokoh adat Penumangan yang lain, Amirson gelar Nedekou Rajou Pegatur mengatakan ,sisa pahlawan korban agresi Belanda 1949 untuk dapat di pindahkan oleh pemerintah atau Bupati Tulang Bawang Barat pada Taman makam Pahlawan Tulang Bawang Barat.

“Harapan beliau agar pemerintah dapat memperhatikan keluarga pahlawan yang telah gugur dalam mempertahan kan kemerdekaan,”tuturnya.

Selain drama, acara juga dimeriahkan dengan penampilan Sanggar Tumang Rajo, Klasik Lampung, Rebana PKK, Sanggar Ragem Berhimpun, serta Penampilan Siswa-siswi SDN 01 dan Siswa-siswi SDN 02 Tiyuh setempat.

Laporan : Dedi

Editor.    : Donni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here