Seorang Pria di Jaya Sakti Terpaksa Jaminkan Sertifikat Rumah untuk Memakamkan Jenazah Istrinya

0
533

Terungkap, Saat Dibesuk Bupati Mesuji di Rumah Sakit

MESUJI – Salah seorang warga Desa Jaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Lampung dikabarkan terpaksa menjaminkan sertifikat rumah pamannya karena tidak mempunyai uang untuk membayar biaya pengobatan dan operasi almarhum istrinya di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mesuji.

Tindakan pria yang diketahui bernama Asbi (44) ini terungkap, usai dijenguk dan dibantu Bupati Mesuji, H Saply TH, Rabu (22/09/2021). Diketahui Asbi, terpaksa melakukan tindakan itu karena untuk membawa jenazah istrinya, Rumianan (54), agar segera dimakamkan, usai meninggal dunia tak lama setelah menjalani operasi usus buntu yang dideritanya.

Rumianan dilaporkan meninggal dunia, setelah fisiknya mengalami drop, pasca operasi usus buntu di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Mesuji.

Dari informasi yang diterima, buruh serabutan ini harus merogoh kocek sebesar Rp 18 juta untuk membayar biaya pengobatan dan operasi almarhum istrinya. Namun karena belum terdaftar dan tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan, Asbi pun terpaksa meminjam sertifikat rumah pamannya untuk dijaminkan agar istrinya dapat segera dimakamkan.

Sementara, saat mendatangi Rumah Sakit, Bupati Mesuji, Saply didampingi Kepala Desa Jaya Sakti, Joko terlihat langsung menemui pihak Rumah Sakit dan suami almarhum. Orang nomor satu di Mesuji ini pun sempat melakukan dialog kecil perihal pembayaran, dan selanjutnya secara spontan dirinya mengeluarkan uang pribadinya untuk melunasi biaya pengobatan dan operasi almarhumah (istri Asbi).

“Pak Asbi, ini kan biaya seluruhnya kurang lebih Rp 18.000.000, dan pihak Rumah Sakit membantu diskon Rp 8.000.000, jadi sisanya akan saya bayarkan memakai uang pribadi saya, ini murni kemauan saya, dan tidak ada unsur lain saya membantu Bapak, saya juga turut berduka cita atas meninggalnya Istri Bapak, semoga Almarhum diterima disisi-Nya, lalu ini sertifikat rumahnya saya berikan, jangan lupa besok buat BPJS,” ucap Bupati Saply, sembari berpesan.

Mendapati itu, Asbi, suami almarhum mengaku terkejut dan terharu. Ia tidak menyangka, kehadiran Bupati Mesuji itu untuk membantu dirinya sepenuhnya.

“Saya kaget Bupati Mesuji Pak Saply mengatakan demikian dan langsung mengeluarkan uang di depan saya lalu membayarnya, kaki saya langsung bergetar, saya sudah tidak kuat menahan nangis. Hanya dalam hati saya, Ya Alloh terima kasih. Saya juga sangat berterima kasih kepada Pak Saply, semoga Alloh selalu memberikan perlindungan dan kesehatan kepada Bupati Mesuji dan keluargannya, sekali lagi saya sangat berterima kasih,” ungkapnya, haru.

Asbi juga melanjutkan, dirinya kini harus berjuang membesarkan anak kedua mereka yang masih berusia 4,5 tahun. Sementara, anak pertama sudah menikah.

“Saya saat ini mengurus anak saya yang kecil, dan secepatnya saya akan mengurus BPJS,” akunya, berjanji melaksanakan pesan Bupati Mesuji tersebut.

Terpisah, Kades Jaya Sakti, Joko ketika dibincangi mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bupati Mesuji atas bantuan dan perhatiannya kepada warganya. “Kami ucapkan ribuan terima kasih atas bantuan Bapak Bupati,” tukasnya, singkat. (Hry)

Editor : Donni