Senjata Makan Tuan, Hindari Tunggakan Leasing, Ponidi Nekat Buat Laporan Palsu, Akibatnya Ia Bersama Kedua Rekannya Meringkuk di Polsek Dempo Tengah 

494
Akibat membuat laporan palsu, Ponidi (51) yang merupakan warga Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagaralam Selatan dibantu dua rekanya Edi (41) dan Zili (46), yang tidak ingin lagi meneruskan cicilan kredit mobilnya dan tidak ingin mobilnya ditarik leasing, malah menjadi senjata makan tuan baginya. Kini ketiganya meringkuk di Polsek Dempo Tengah, Pagaralam.

Sumateranews.co.id, PAGARALAM – Alih-alih berusaha lepas dari kejaran debt collector (penagih hutang) dari perusahaan jasa perkreditan kendaraan bermotor (leasing) karena sudah empat (4) bulan menunggak membayar cicilan mobil, Ponidi nekat mendatangi Polsek Dempo Tengah untuk membuat laporan palsu terkait kasus pencurian mobil.

Namun, bukannya lepas dari jerat hutangnya kepada leasing, Ponidi (51) yang merupakan warga Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagaralam Selatan dibantu dua rekanya Edi (41) dan Zili (46), yang tidak ingin lagi meneruskan cicilan kredit mobilnya dan tidak ingin mobilnya ditarik leasing, malah menjadi senjata makan tuan baginya.

Modus Ponidi yang berusaha mengarang cerita kalau mobilnya dicuri oleh orang tak dikenal saat parkir di jalan Simpang Mbacang, Kecamatan Dempo Tengah akhirnya terungkap, setelah Polisi usai melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Ponidi cs pun langsung ditangkap dan diamankan di sel tahanan atas perbuatannya yang membuat laporan palsu.

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara.,S.ik.,MH, melalui Kapolsek Dempo Tengah Ipda Ramsi membenarkan, tersangka mendatangi Polsek Dempo Tengah pada Jumat 16 April yang lalu dan 17 April 2020 melaporkan mobil Carry Futura Pickup miliknya telah dibawa kabur oleh pencuri.

“Penyidik dari Unit Reskrim Polsek Dempo Tengah di Back up Pidum Polres Pagaralam, langsung melakukan olah TKP dimana mobil Ponidi dicuri orang. Dari keterangan tersangka, mobilnya hilang di Jalan Simpang Mbacang, Kecamatan Dempo Tengah sekitar 16 April 2020,” terang Kapolsek, Rabu (8/7/2020),

Ipda Ramsi menambahkan, saat penyidik menanyakan apakah mobil itu dibayar lunas atau masih kredit. Akhirnya pelaku dibawa lagi ke Polsek Dempo Tengah, disana penyidik memainkan perannya.

“Dengan teknik khusus, kepada penyidik, pelaku pun kemudian mengakui telah membuat laporan itu karena mobilnya sudah empat bulan menunggak cicilan dan sudah tidak bisa membayarnya. Selain itu, pelaku juga tidak ingin mobilnya ditarik sehingga berusaha mencari cara dengan membuat laporan palsu,” jelas Kapolsek.

Kapolsek juga mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui mobil tersebut telah ia jual di daerah Manna Provinsi Bengkulu. Setelah itu, pihaknya melakukan penjemputan mobil dan dijadikan sebagai barang bukti.

“Atas dasar itu pelaku langsung kita tetapkan tersangka dalam kasus laporan palsu, tersangka juga dapat dikenakan pasal 266 KUHP, untuk mobilnya sudah kita amankan di Polsek Dempo Tengah,” tutup orang nomor satu di Polsek Dempo Tengah ini.

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here