Sempat Viral di Medsos, Begini Penampakan Sekarang Pesawat Kartika Airlines Boeing 737 PK-KAD Milik Taman Prabumulih Adventure Park

0
1522
Tampak kondisi pesawat Kartika Airlines 737 PK-KAD di lokasi Taman Wisata Prabumulih Adventure Park, yang awal kedatangannya beberapa bulan lalu, sempat viral dan ramai dikunjungi, kini mulai ditinggalkan dan sepi pengunjung.

sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Masih ingat dengan keberadaan pesawat Kartika Airlines Boeing 737 PK-KAD di lokasi taman wisata Prabumulih Adventure Park (sebelumnya bernama Kampoeng Wisata) yang terletak di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, yang sempat viral di media social (medsos) dan menjadi objek wisata baru bagi masyarakat kota Prabumulih, beberapa bulan lalu. Kini kondisinya masih tidak berubah, dan belum difungsikan oleh pemilik lokasi tersebut.

Pantauan sumateranews.co.id, bangkai badan pesawat yang sempat dioperasikan sejak Mei 2001 hingga 2005 oleh perusahaan maskapai penerbangan PT Truba ini masih terparkir kaku. Bahkan, jumlah pengunjung yang sebelumnya ramai ingin menyaksikan dan berfoto dengan mengambil latar belakang badan pesawat kini menurun drastic.

“Ada saja setiap harinya, tapi tidak banyak lagi seperti awal-awal kedatangan pesawat itu. Beberapa orang masih ada terlihat sengaja mau melihat dan berfoto didekat pesawat, tapi ada juga sekedar untuk bersantai dan mandi di kolam atas pak,” ungkap Mul (45), penjaga taman wisata Prabumulih Adventure Park, ketika dibincangi media syber ini, Minggu (19/11).

Terus sepinya jumlah pengunjung yang datang ke lokasi taman itu diakui Mul, disebabkan fasilitas arena permainan yang masih sedikit dan masih dalam tahap renovasi. “Banyak hal penyebabnya, lagian masih tahap renovasi keseluruhan. Tapi memang baru sekitar 4 bulan ini terhenti pekerjaannya, karena ditinggal pergi para tukangnya,” ujar warga Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul ini, yang mengaku sudah bekerja hampir selama 1 tahun di taman tersebut.

Masih dikatakan Mul, terkait keberadaan pesawat yang dulunya melayani 3 kelas penerbangan dan mampu menampung 126 seat (kursi) penumpang itu rencananya akan dijadikan tempat restoran oleh pemiliknya. “Rencananya oleh pemiliknya, pesawat itu mau dijadikan restoran pak. Tapi tidak tahu kapan, karena masih menunggu mencari tukang yang cocok. Sudah banyak penawaran yang masuk, tapi bos mau yang bagus,” jelas Mul, seraya menyebutkan ada 4 pekerja lagi selain dirinya yang bekerja di taman tersebut.

Senada juga dikatakan Pramita (21), pekerja lainnya. Menurut wanita yang bertugas mengurusi kantor dan menjaga loket tiket taman, dalam sehari masih ada 5 hingga 10 pengunjung yang datang ke lokasi taman tersebut. “Adalah 5 sampai 10 pengunjung setiap harinya, kadang berdua dan ada juga berombongan datang kesini,” terang warga Kelurahan Sungai Medang Cambai ini.

Dia menuturkan, untuk tarif pengunjung sekali masuk dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu per orang, sementara bagi anak-anak yang berusia dibawah 1 tahun tidak dikenakan biaya alias gratis. “Rp 10 ribu pak tiketnya sekali masuk, tetapi untuk anak-anak dibawah 1 tahun gratis, tidak bayar,” tandasnya.

Laporan : Donny

Editor     : Donny

 

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article