Sempat Buron Enam Tahun, Akhirnya Pria Penusuk Istri Ini Dibekuk Polisi

0
276

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Akhirnya, pelarian Alamsyah (41) warga Jalan Ali Lekat Kelurahan Pasar 1 Kecamatan Prabumulih Utara, terhenti. Pelaku penusuk istrinya ini, berhasil dibekuk tim gabungan Sat Reskrim Polres Prabumulih bersama Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, pada Selasa dini hari (18/07) sekitar pukul 00.40 WIB. Pelaku berhasil ditangkap saat berada di rumah istri mudanya, IN (inisial, red) yang berlokasi di Lorong Bersama, tepatnya Simpang Sungki Kecamatan Kertapati Kota Palembang.
Penangkapan tersangka Alamsyah dilakukan setelah dilaporkan Herawati (31) yang tak lain istri pelaku pada 01 September 2011 lalu. Warga Jalan Simanjuntak RT03 RW05 Kelurahan Pasar 2 Kecamatan Prabumulih Utara ini melaporkan pelaku, karena diduga melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan cara menusuk korban menggunakan sebilah pisau dapur dan melukai leher korban hingga menderita tusukan sebanyak lima kali.
Informasi berhasil dihimpun, penusukan terhadap korban dipicu oleh persoalan perebutan hak asuh dua anak mereka masing-masing berinisial, AR dan DS yang diketahui kini telah berusia sekitar antara 14-16 tahun yang masih duduk dibangku SMA disalah satu sekolah negeri di kota Prabumulih ini.
Keributan berujung aksi penikaman yang dilakukan pelaku terjadi pada Kamis pagi (1/09) sekitar pukul 09.00 WIB. Pelaku yang saat itu berprofesi sebagai penarik becak dan ojek motor itu gelap mata dan mengambil sebilah pisau dapur dan menusukkannya ke arah leher Herawati sebanyak lima liang tusukan diantaranya, luka tusuk telinga kanan, luka tusuk leher kanan, leher belakang, kepala bagian belakang dan lengan kanan serta luka lecet di pergelangan kanannya, lalu luka lecet di punggungnya.
Korban pun seketika langsung terkapar di lantai rumahnya dan sempat kritis hingga dilarikan oleh warga ke RSUD Prabumulih. Sedangkan Alamsyah usai kejadian itu langsung melarikan diri tanpa mengajak kedua anaknya itu ke Muara Enim. Bahkan pelaku sempat bersembunyi ke daerah Lampung lebih kurang selama 1 tahun.
Hingga akhirnya, petugas mendapat informasi jika tersangka sedang berada di rumah istri mudanya di daerah Sungki Palembang. Tanpa membuang waktu lagi, jajaran Sat Reskrim Polres bersama petugas Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, langsung melakukan penyergapan dan berhasil menangkap tersangka.
“Waktu usai kejadian itu, aku langsung naek bus ke Muara Enim semalam dan langsung naik sepur kabur ke Lampung. Disana, aku di tempat saudara selama satu tahun,” aku Alamsyah saat dibincangi di Mapolres, kemarin.
Selama menjadi buronan polisi selama sekitar enam tahun, pelaku mengaku sempat beberapa kali berpindah tempat mulai dari Lampung, lalu pergi ke Jakarta dan Padang, Sumbar. “Iyo aku langsung kabur pak dari Lampung itu aku langsung ke Jakarta disana juga aku sembunyi setahun, lalu ke Padang selama satu tahun jugo,” ungkapnya.
Setelah hidup berpindah-pindah, Alamsyah pada tahun 2013 kembali memilih pulang ke Palembang dan menikah dengan seorang wanita kenalannya. “Aku pada waktu itu khilaf pak dan sering kesal dengan istri aku itu, sebab waktu itu dio memang berdagang sedangkan aku belum ado gawe. Aku selalu dituntutnyo dan mempermasalahkan ekonomi kami itu. Dan aku diceraikannya tapi lewat surat ketua RT saja,” jelas pelaku.
Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Tersangka ini kita tangkap atas kasus laporan korban KDRT atau penganiayaan. Dimana, tersangka adalah suaminya itu melakukan penikaman dengan pisau ke leher istrinya itu sebanyak lima kali. Kini tersangka sudah berhasil kita amankan,” terang Kasat Reskrim.
Dijelaskan Eryadi, tersangka sementara ini masih menjalani proses penyidikan di Mapolres untuk mempertanggung jawabkan segala yang diperbuatnya enam tahun silam itu terhadap korban. Atas perbuatannya, sambung dia, tersangka dapat dikenakan dengan Pasal 44 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT dan Pasal 351 tentang penganiayaan berat. “Tersangka akan dijerat dengan ancaman hukuman yang maksimalnya 12 tahun kurungan penjara,” tukasnya.
Laporan : Fadli
Editor : Donny
Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article