Sekda Kota Ajak Para Camat Contoh Kecamatan Kalidoni

0
124

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Sekda Kota Palembang Harobin Mustofa mengajak seluruh Camat  Palembang mencontoh kreativitas Camat Kalidoni yang mengubah sampah anorganik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal tersebut diungkapkan Harobin Mustofa saat diwawancarai di acara Fasilitasi dan Koordinasi Pembinaan Kelompok Masyarakat Kebersihan Sungai dan Anak Sungai dan Saluran di Hotel Grand Inna, Senin (7/5/2018).

Harobin mengatakan, melalui sosialisasi ini dirinya mengajak masyarakat peduli sampah. ‘’Di sini ada komunitas banjir dan sungai serta pejabat struktural kecamatan. Di sini kita juga berbagi pengetahuan.  Bayangkan kalau semua kecamatan seperti Kecamatan Kalidoni, camatnya inovatif dan kreatif. Dari 70 kg sampah anorganik bisa menghasilkan 9 liter solar, 15 liter bio solar, dan 10 liter minyak tanah. Itu luar biasa,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Harobin, dirinya berharap Kecamatan lain bisa meniru program yang dibuat Camat Kalidoni. “Saya berharap ini bisa disebarkan dan ditiru oleh Camat lain. Kalau seluruh kecamatan bisa melakukannya, Itu luar biasa. Sehingga program gotong-royong yang digagas Bapak Harnojoyo menjadi program unggulan Kota Palembang itu bisa bermanfaat,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Kalidoni Arie Wijaya menjelaskan, yang sulit dalam pengolahan sampah adalah pemilahannya. Untuk sampah organik sudah banyak teknologi pengolahannya misalnya menjadi pupuk. Namun untuk sampah anorganik masih menjadi masalah.

“Sampah anorganik seperti bekas botol minuman bisa dicacah lagi untuk diolah kembali. Tapi untuk sampah plastik seperti kantong asoy, plastik ciki itu menjadi masalah karena tidak bernilai. Solusinya adalah dengan menggunakan teknologi biorisis. Yakni mengubah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM),” katanya.

Arie mengungkapkan, pihaknya menggunakan mesin berkapasitas 5 kilogram sampah plastik. Setelah dimasak di dalam mesin, sampah plastik akan menjadi BBM. “Dari 5 kg plastik menghasilkan 60 persen solar, 25 persen minyak tanah dan sisanya menjadi bio solar,” bebernya.

Dalam waktu dekat, sambung Arie, pihaknya akan membeli mesin yang dapat menampung 50 kg sampah anorganik. “Harga mesinnya 90 juta. Dengan kapasitas mesin dapat menampung 50 kg sampah anorganik atau sampah yang bisa dimasak bisa satu mobil. Dan hasilnya BBM nya bisa dijual,” pungkasnya.

Laporan          : Wiwin

Editor/Posting : Imam Ghazali