Sebanyak 12 WBP Lapas Muara Beliti Ikuti Ujian Paket C

0
435

LUBUKLINGGAU – Sebanyak 12 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas  Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Kamis, 7 April 2022, mengikuti ujian Paket C IPS.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Rudik Erminanto mengungkapkan, mesti menjalani masa pidana atas kasus yang diperbuatnya, namun tak menghambat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapatkan hak atas pendidikannya

“Sebanyak 12 orang WBP mengikuti ujian kejar paket C, ujian berlangsung selama 5 (lima) hari mulai tanggal 4 sampai 8 April 2022,” ucap Rudik Erminanto.

Dia jelaskan, dalam sehari ke-12 WBP ini akan mengikuti dua sesi ujian sebanyak 10 mata pelajaran yang diujikan, yakni Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bahasa Indonesia, PKn, Bahasa Inggris, Geografi, MTK, Sosiologi, Ekonomi, Sejarah dan Sejarah Indonesia.

Rudik melanjutkan, kegiatan program Pendidikan Kesetaraan Paket C ini pihaknya bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dharmakarya Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan ini juga di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas.

“Sebelumya ada 25 WBP usia muda hingga dewasa yang mengikuti program ini, namun dikarenakan 13 orang lainnya telah habis masa pidana dan telah bebas, maka tersisa 12 orang yang bisa mengikuti ujian ini,” ujar Kalapas Rudik.

Kepala Divisi Pemasyarakatan kanwil Kemenkumham Sumsel, Bambang Haryanto mengatakan, dalam mendapatkan pendidikan yang layak merupakan Hak setiap WBP.. Ia jelaskan, saat ini terdapat 143 orang warga binaan pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sumsel yang tengah dan akan mengikuti ujian Paket A, Paket B maupun Paket C dalam waktu dekat.

Selain di lapas Muara Beliti, ada lima lapas lain yang akan melaksanakan ujian kesetaraan, yakni Lapas Kelas IIA Lubuklinggau (19 orang), Lapas Kelas IIA Banyuasin (61 orang), LPKA Kelas I Palembang (3 orang), dan Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin (36 orang).

Kakanwil kemenkumham Sumsel, Harun Sulianto menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan kabupaten kota di Sumsel, yang telah membantu pelaksanaan Pendidikan di lapas / Rutan.

”Ini ikhtiar kita agar WBP dapat mengembangkan potensi dirinya sehingga jadi insan yang berakhlak mulia, berilmu, produktif dan bertanggungjawab,“ tutup kakanwil Harun. (Are/*)

Editor: Donni