SDN 4 Merapi Barat Keluhkan Debu Batubara PT. Kereta Api Logistik

0
216

Sumateranews.co.id, LAHAT – Dampak pencemaran udara dari aktivitas bongkar muat batubara di stock file berimbas dengan sekolah yang dekat dengan PT. Kereta Api Logistik (Kalog). Seperti yang dialami SDN 4 Merapi Barat terpaksa siswa-siswi mengalami sakit batuk dan pusing kepala, karena lingkungan sekolah dan kelas sudah terpapar debu batu bara.

Kepala Sekolah Mahila, S.Pd didampingi Waka Kesiswaan Sopian mengatakan, kondisi demikian cukup mengganggu aktivitas belajar siswa. Oleh sebab itu, sakit batuk sering dialami siswa karena terganggunya pernafasan dari udara yang sudah bercampur debu.

Dia mengatakan, debu batubara pun membuat lantai dan tembok menjadi hitam. “Padahal siswa sebelum masuk ke kelas mengepel, tapi masih saja kelihatan kotor dan berdebu,” katanya Jumat, (4/8/17).

Akibat adanya pencemaran udara akibat debu batubara itu, saat ini kesehatan guru dan siswa SDN 4 Merapi Barat mengalami penurunan.

Tidak sedikit juga siswa disuruh pulang lantaran mengalami sakit, karena cuaca panas dan angin kencang ini membuat debu batubara bertebaran dari pagi hingga siang. Total siswa di SDN 4 Merapi Barat sekitar 300 orang siswa, dalam sehari itu ada 3 siswa pulang di waktu jam belajar karena mengalami sakit,” cetus Sopian.

Dari dampak debu batubara tersebut pihak sekolah meminta kepada pihak PT. Kalog untuk melakukan medikal cek up dan penyiraman di lingkungan sekolah secara rutin.

Sebelumnya penyiraman dan pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan tapi belakangan ini sudah lama tidak dilakukan, padahal jarak stock file dengan sekolah hanya 100 meter saja.

Kepala UPTD PT. Kalog Restu Rimba Nugroho menyebutkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak PT. MAS dan PT BAU untuk melakukan medikal cek up (periksa kesehatan) untuk masyarakat umum di 3 desa terdekat stock file.

“Kita saat ini lagi mengatur waktu untuk medikal cek up, tapi kita akan tetap melakukan pertemuan terlebih dahulu kepada pihak PT. MAS dan PT. BAU. Karena kita (PT. Kalog, red) adalah kontraktor, namun pihak PT. Kalog sudah memprogramkan untuk kedepan bakal dilakukannya sunatan masal dan cek kesehatan kepada masyarakat yang ada di Desa Suka Marga, Tanjung Pinang, dan Gunung Agung,” tandasnya.
Laporan : Novita
Editor : Imam Ghazali
Posting : Andre

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article