Satgas Pangan Sidak Harga Sembako

0
134

Sumateranews.co.id, LUBUKLINGGAU- Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan, yang terdiri dari Disperindagrin, Kepolisian, Bulog, dan Sat Pol PP melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Inpres, Rabu (13/12). Sidak tersebut untuk memastikan stok sembako aman dan tidak terjadi lonjakan harga jelang natal dan tahun baru 2018.

Sidak yang dipimpin langsung Wakil Walikota Lubuklinggau, H. Sulaiman Kohar didampingi Kapolres, AKBP Sunandar, Kepala BPS Sumsel, Kadisperindagrin, H. Hidayat Zaini dan Kansilog, Yonas di lakukan di sela-sela kegiatan operasi pasar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Terminal Kalimantan.

“Hasil pantauan kita kepada pedagang di Pasar Inpres harga sembako stabil, stoknya pun cukup. Meski ada kenaikan harga tapi tidak terlalu menonjol,” ujar Wawako.

Menurutnya, operasi pasar berupa bahan pokok seperti beras, gandum, gula, dan minyak goreng diharapkan mampu meminimalisir kenaikan sembako di tengah masyarakat.

“Kegiatan operasi pasar seperti ini, sangat positif. Karena masyarakat cukup terbantu dengan operasi pasar ini,” katanya.

Senada diungkapkan Kapolres, AKBP Sunandar, berdasarkan peninjauan di lapangan ada beberapa komuditas yang cendrung bakal naik. Seperti harga ayam potong yang sebelumnya berkisar antara Rp 27 perkg dan sekarang Rp 30 ribu perkg.

“Pada dasarnya stok baik-baik dan aman, tapi memang ada aksi ambil untung oleh pedagang karena kebutuhan meningkat mendekati Natal dan Tahun Baru. Ini akan jadi perhatian kami, dan satgas pangan melakukan pemahaman serta pendekatan persuasif agar aksi ambil untung tidak berlebihan,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Kansilog Bulog Yonas menjelaskan, operasi pasar beras yang digelar tim satgas pangan menjual beras CBP perkilo Rp 8.000. Dan beras itu sudah dikemas kedalam paket plastik. Perpaket beratnya 5 kg dengan harga jual Rp 40 ribu. Kemudian paket berisi gandum, gula dan minyak goreng seharga Rp 30 ribu perpaket.

“Masyarakat yang menembusnya wajib menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) kepada petugas. Untuk paket beras membelinya maksimal dua kantong atau dua paket atau 10 kilo,” pungkasnya.

Laporan             : Donna Apriliansyah

Editor/Posting    : Imam Ghazali