Satgas Gakkum Tanggani 44 Kasus Pidana Karhutbunla, 12 Diantaranya P21

35
Gubernur Sumsel, H Herman Deru resmi menutup Posko Satgas Karhutbunla Sumsel di Aula Hotel Santika Palembang, Minggu sore (1/12/2019) sekitar pukul 14.28 WIB kemarin.

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Sebanyak 44 kasus pidana kebakaran hutan kebun dan lahan saat ini ditangani Tim Satgas Gakkum Sumsel. Dari 44 kasus yang terjadi selama 5 (lima) bulan terakhir itu, 12 diantaranya sudah dinyatakan P21 (lengkap).

Hal itu disampaikan oleh Dansatgas Karhutbunla Provinsi Sumsel, Danrem 044/Gapo, Kol Arhanud Sonny Septiono saat membacakan laporan tugas pada acara penutupan dan ramah tamah Satgas Karhutbunla Sumsel di Aula Hotel Santika Palembang, Minggu sore (1/12/2019) sekitar pukul 14.28 WIB kemarin.

Terungkap dalam laporan itu, selain terdapat 44 kasus karhutbunla yang ditangani pihak Satgas Gakkum, pihaknya juga melaporkan selama 5 bulan melakukan penanggulangan dan penanganan karhutbunla di Provinsi Sumsel, terdapat kurang lebih 500 ribu hektar lahan terbakar yang di dominasi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Sementara itu, Gubenur Sumsel, Herman Deru yang hadir sekaligus menutup Posko Satgas Karhutbunla Sumsel dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Satgas Karhutbunla dan komponem masyarakat lainnya yang telah berperan aktif dalam penanggulangan dan penanganan karhutbunla di wilayah Provinsi Sumsel.

Dikatakannya, pola penanganan karhutbunla di wilayah sumsel harus semua komponem terlibat.

“Tahun depan harus dicari solusi yang tepat dalam penanganan karhutbunla,” ujarnya, sebelum penutupan.

Sambutan senada juga disampaikan oleh Kepala BNPB Pusat, Letjen TNI Doni Monardo. Dirinya memberikan apresiasi kepada seluruh petugas Satgas Karhutbunla Provinsi Sumsel yang telah loyal berperan aktif dalam menanggulangi dan penanganan karhutbunla. Ia mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

Kepala BNPB juga meminta agar lahan gambut dikembalikan ke kodratnya (sebagai lahan basah dan berair). Menurutnya, anggaran yang sudah dikeluarkan dalam penanggulangan dan penanganan karhutbunla sangatlah besar, untuk itu ia berharap agar pemerintah daerah mencarikan solusi dan upaya penanggulangan dan penanganannya.

“Mari kita jaga alam, agar alam menjadi sahabat kita,” tandasnya.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Gubernur Sumsel, Kasdam V/Sriwijaya, Wakapolda Sumsel, Danrem 044/Gapo, Danlanud Sumsel, Kepala BPBD Sumsel, dan Dir Krimsus Polda Sumsel, serta tamu undangan lainnya, juga diisi dengan pemberian plakat yang diserahkan oleh Gubernur Sumsel didampingi Kepala BNPB Pusat kepada :

  1. BASARNAS
  2. PANGDAM II/SWJ DI WAKILI KASDAM
  3. KAPOLDA SUMSEL DI WAKILI BAPAK WAKAPOLDA SUMSEL.
  4. DANREM 044/GAPO
  5. DAN LANUD SUMSEL
  6. KA BPBD SUMSEL
  7. PARA DIREKTUR PERUSAHAAN PERKEBUNAN YG ADA DI SUMSEL
  8. PARA PENGUSAHA GAPKI SUMSEL (GABUNGAN PENGUSAHA KELAPA SAWIT)

Serta penyerahan piagam penghargaan untuk para perwakilan personil Satgas Karhutbunla oleh Gubenur Sumsel didampingi Kepala BNPB Pusat, kepada Polda Sumsel yang diberikan kepada Kompol Sutrisno KASI PASDAL SUBDIT DALMAS DIT SAMAPTA, sedangkan Polres jajaran diterima Kapolres Muara Enim diwakili Kabag Ops.

 

Laporan : Yudhi

Editor     : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here