Sat Pol PP Banyuasin Grebek Warung Kopi yang Sediakan Kupu-kupu Malam

114

Sumateranews.co.id, BANYUASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuasin, menggrebek salah satu Rumah Toko (Ruko) di Desa Pulau Punjung Kecamatan Sembawa, Kamis (13/02/2020) sekitar pukul 14.00 Wib. Pasalnya Ruko yang berkedok warung kopi itu menyediakan kupu-kupu malam.

Dari hasil penggrebekan, tim penegak Perda itu, mengamankan tiga wanita yang diduga pelayan hasrat lelaki, pemilik warung dan beberapa barang bukti seperti kondom, tisu penambah stamina dan barang bukti lainnya.

Dari pantauan Media ini, kemarin, Satpol PP langsung menutup usaha warung kopi tersebut dengan memasang segel.

Kasat Pol PP Banyuasin, Drs H Indra Hadi MSi melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman H Supadi S.Pd M.Si mengatakan, penggrebekan dilakukan lantaran ada informasi dari masyarakat yang resah maraknya praktek prostitusi di wilayah tersebut.

“Dari laporan itu kita melakukan razia dan beberapa kali bocor. Terakhir kita melakukan pengintelan ternyata benar, kita gerbek ada beberapa pasangan yang melakukan hubungan terlarang,” ujar Supadi.

Kata dia, saat ini pihaknya dengan tegas melakukan penutupan usaha warung kopi tersebut.

“Kita tutup, sebab pertama sudah kita ingatkan sudah buat pernyataan pemilik warung agar tidak melakukan perbuatan prostitusi tapi kita buktikan masih melakukan,” kata dia.

Menurutnya, pihaknya sudah dua kali menutup tempat prostitusi di Pulau Harapan Kecamatan Sembawa. Pertama kali di bulan November 2019 di depan SPBU Pangkalan Balai.

“Terakhir hari ini Ruko Desa Pulau Punjung perbatasan Pulau dengan Langkan,” jelas dia.

Tambahnya, untuk ketiga wanita didata dan diberikan pembinaan dan pemilik akan di kenakan sanksi Perda kurungan maksimal 3 bulan denda maksimal 5 juta, serta tempat usahanya akan ditutup.

“Untuk wanita akan dilakukan tes urine dan test darah, untuk mengetahui apakah ada indikasi penyakit HIV atau penyalahgunaan narkoba. Kalau ada indikasi penggunaan narkoba maka akan dilakukan proses hukum di Polres Banyuasin,” tegas dia.

Sementara itu, A (30), salah satu wanita yang diamankan mengaku sekali kencan mendapat bayaran Rp 150.000.

“Rp 100.000 untuk aku, Rp 50.000 nya untuk bayar kamar yang disediakan bos,” jelasnya.

Laporan : Herwanto

Editor : Herry Eddy

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here