Sambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-58, Kejari Prabumulih Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

0
213

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih memusnahkan sejumlah barang bukti sitaan narkotika, sajam, dan senjata api. Dan beberapa barang bukti dari tindak pidana umum lainnya. Pemusnahan ini dilakukan di halaman kantor Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih, Kamis (19 Juli 2018).

Adapun giat pemusnahan barang bukti tindakan kriminal ini, dihadiri oleh Pj Walikota Prabumulih H Ricard Cahyadi, Ketua DPRD Ahmad Palo SE, Kapolres Prabumulih, Danyon Zipur, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala BNN, Ketua MUI, Karutan, dan unsur muspida lainnya.

Kajari Kota Prabumulih M Hoesin Admadja SH MH dalam kesempatan ini mengatakan, pemusnahan barang bukti dilakukan dalam rangka memyambut peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-58. Selain itu juga, giat ini merupakan bentuk wujud dari tugas institusi kejaksaan, sebagai eksekutor untuk mengeksekusi barang bukti terhadap perkara yang telah berkekuatan hukum tetap ini. Dan narkoba merupakan tindak kasus terbanyak yang ditangani pada tahun ini. Bahkan peredaran narkoba dari tahun ke tahun terus meningkat dan semakin memprihatinkan.

“Senjata tajam sejata api dan beberapa jenis narkoba yang akan kita musnahkan ini semuanya adalah barang bukti dari hasil sitaan sejumlah pelaku kejahatan yang telah ditetapkan hukuman. Semua itu melalui proses peradilan pidana, proses perkara dimulai dari tahap penyidikan, kemudian diserahkan kepada kejaksaan dalam tahap penuntutan, selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan, setelah divonis maka kejaksaan melakukan eksekusi putusan yang berkekuatan hukum tetap,” ujar Kajari.

Masih kata Hoesin, barang bukti yang dimusnahkan pada hari ini yaitu di antaranya daun ganja kering 3,5 kilogram ditambah 46 paket, extacy 52 butir, sabu seberat 409,962 gram ditambah 259 paket, senjata api rakitan 35 pucuk, dan 21 butir amunisi serta 40 buah senjata tajam. ‘’Kalau dirupiahkan semua barang bukti ini mendekati harga 1 miliar,’’ tandas Kajari.

Sementara itu, PJ walikota Richard Cahyadi menegaskan, banyaknya kasus tindak pidana narkoba di Kota Prabumulih memang perlu diwaspadai. Mengingat Prabumulih merupakan kota transit yang memudahkan para pelaku untuk masuk dan mengedarkan narkoba hingga ketangan pemakai.

“Kota nanas ini adalah kota yang nomor 1 tertinggi tindak penyalahan narkoba di Sumsel dan Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Masalah narkoba bukan hanya tugas Polri, TNI, BNN saja. Namun seluruh elemen, baik pemerintah dan masyarakat harus saling bahu-membahu dalam memerangi narkoba,” tegasnya.

Bahaya narkoba, sambung Richard tidak hanya menyasar masyarakat sipil. Pengguna narkoba pun juga telah merambah ke kalangan pegawai pemerintahan. Maka dari itu, dirinya tidak akan segan menindak dan memberikan sanksi jika ada pegawai pemerintah yang berani main-main dengan narkoba.

“Kita lihat tingkat kesalahannya. Sanksi bisa saja berupa penundaan kenaikan pangkat bahkan sampai pemecatan. Makanya jangan pernah bernai coba-coba dengan narkoba. Peran media juga sangat dibutuhkan dalam hal ini, dengan berita yang dimuat di media akan mempengaruhi pembaca,” pungkasnya.

Laporan : Taufik Hidayat
Editor/Posting : Imam Ghazali