Saksi Dokter Tak Datang, Sidang Kasus Pemerkosaan Ditunda

0
211
Terdakwa Rahmat Hidayat saat mau sidang lanjutan di PN Kayuagung. (foto: lubis)

Sumateranews.co.id, OGAN ILIR- Sidang perkara kasus perkosaan dengan terdakwa Rahmat Hidayat (18) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, terpaksa ditunda oleh Majelis hakim diketuai Aline Oktavia SH, Selasa (6/3).

Dengan alasan saksi yang diagendakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, tertutup untuk umum tersebut tidak hadir.

Hakim menunda sidang pada Kamis 8 Maret dengan agenda yang sama yakni menghadirkan saksi seorang dokter dari Puskemas Tanjung Raja Kabupaten OI.

Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Rudiyansyah SH, terdakwa pada Rabu 12 April 2017 sekira pukul 08.00 WIB di Desa Tanjung Raja Barat Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten OI.

Yakni dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya.

Bermula dari terdakwa menjemput korban F dengan menggunakan motor. Lalu membawa korban ke rumah temannya dan mengajak masuk dalam rumah dan mengobrol. Kemudian terdakwa mengajak korban masuk kedalam kamar tidur sambil menarik tangan terdakwa.

Pada saat di dalam kamar tidur, terdakwa menyuruh korban berbaring di kasur. Terdakwa langsung meremas payudara korban dan merayu korban mengajak korban bersetubuh. “Korban menolak ajakan terdakwa karena takut hamil dan masih ingin sekolah. Tetapi terdakwa menjawab akan menikahi korban kalau hamil. Terdakwa terus membujuk,” ujar Jaksa.

Selanjutnya, dengan bujukan itu korban diam saja. Lalu terdakwa membuka pakaian korban dan memperkosanya. Setelah itu oleh terdakwa sekira pukul 10.00 WIB korban kembali diantarkan terdakwa dengan menggunakan motor ke tempat korban dijemput.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam tindak pidana pasal 81 ayat (2) UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Subsider pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara itu ibu kandung korban bernama Indrawati (34), warga Desa Tanjung Raja Selatan Kecamatan Tanjung Raja,  mengaku kecewa. Pasalnya sidang lanjutan kasus perkosaan anak di bawah umur yang melibatkan anak kandungnya terpaksa ditunda dengan alasan dokter yang harus dihadirkan dipersidangan tidak datang.

“Saya merasa kecewa berat. Sebab pihak dokter yang dijadwalkan untuk memberikan keterangan dalam sidang ini tidak jadi datang,” ujar Indrawati, didampingi beberapa orang kerabat yang ikut menghadiri sidang.

Indrawati tidak mengetahui secara persis alasan dokter yang akan menjadi saksi dalam sidang tersebut. “Saya hanya berharap agar pihak dokter yang dijadikan saksi dalam sidang yang menjadi korban anaknya, agar dapat menjelaskan apa adanya. Anak saya jelas korban perkosaan oleh terdakwa Rahmat Hidayat. Oleh sebab itu, saya menuntut keadilan seadil-adilnya. Sebab masa depan anak saya hancur, lantaran anak saya tidak ingin sekolah lagi. Anak saya juga merasa malu untuk keluar rumah,” tambah Indrawati.

Dia mengungkapkan, atas kejadian ini tak hanya anaknya yang menjadi korban, bahkan dirinya merasa malu di tengah masyarakat lantaran kasus ini, sebab kasus ini berlarut-larut.  “Jadi saya mengharapkan pelaku di hukum seberat-beratnya, sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelasnya sambil terisak, Selasa (6/3).

Laporan          : H. Sanditya Lubis

Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article