Saat Pasang Umpan, Pemancing Diterkam Buaya

0
640
ilustrasi net

Sumateranews.co.id, BANYUASIN — Keganasan buaya Muara Limau Kecamatan Sembawa kembali memakan korban. Kali ini korbannya adalah salah seorang warga Kelurahan Sukomoro Kecamatan Talang Kelapa yang identitasnya belum diketahui.

Korban diterkam reptil buaya ketika sedang memasang umpan ke kail mata pancing di tepi Galian Gajah PT Kasih Agro Mandiri (KAM) Persisnya di Parit Batas Desa Pulau Muning dengan Desa Limau Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Minggu (8/7) pukul 15 00 WIB.

Korban yang belum diketahui identitasnya sedang bersama dua orang rekannya mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka langsung menempatkan motor di atas tanggul galian sesaat sebelum diterkam buaya.

“Korban memang dimakan buaya, korban rombongan mancing datang bersama tiga sampai 5 orang hendak mancing di lokasi di mana persis setahun yang lalu pernah ada orang dimangsa buaya juga disini,” ujar Kadis Kesbang Pol dan BPBD Kabupaten Banyuasin Drs. Indra Hadi.
Indra Hadi mengatakan, di lokasi tersebut memang banyak reptil buaya. Mungkin orang pendatang tidak tahu bahwa di situ ada peringatan buaya. Kronologis kejadian kata Indra, korban saat itu sedang memasang umpan pancing lalu korban selesai memasang umpan korban mencuci tangan.

“Saat itulah buaya yang sudah ada di dekat korban menerkam lalu membawa masuk korban ke dalam air,” terang Indra.

Begitu rekan korban diterkam buaya jelas Indra, lalu dua rekan korban berteriak minta pertolongan kepada warga yang lain untuk meminta bantuan. “Warga desa yang tidak terlalu jauh dari tempat kejadian lalu memberikan kabar dan bantuan, warga pun lalu mencari kesana-kemari dari ujung ke pangkal sungai,” katanya.

Namun hingga berita ini diturunkan korban belum juga ditemukan. Dugaan sementata korban masih di dasar sungai. Sementara warga yang sejak sore hingga malam hari bertambah banyak jumlahnya hingga mencapai ratusan orang dari beberapa desa sekitar.

Menurut Indra, daerah lokasi tersebut memang habitat buaya. Dari tahun 2008 sampai sekarang tahun 2018 sudah belasan orang korban dimakan buaya di aliran Sungai Limau dan sekitarnya.

“Jarak antara TKP dengan Muara Sungai Limau sekitar 1 km. Kemungkinan saja korban masih berada di sekitar sekitar TKP belum sampai ke Muara. Karena kejadian sebelumnya dengan lokasi yang sama korban hanya diseret sekitar 100 meter dari TKP,” cetus Indra Hadi lagi.

Sementara Kades Pulau Muning Ali Usman saat dikonfirmasi melalui HP yang turut mencari jasad korban itu mengatakan, jasad korban belum ditemukan sampai saat ini di sekitar TKP. Sejak sore hingga malam hari masih terlihat buaya muncul di permukaan air.

“Saya melihat jelas ada beberapa ekor buaya di sekitar TKP. Karena tidak ada upaya lain untuk masuk ke dasar sungai, warga hanya menunggu di atas tanggul saja sampai buaya tersebut melepaskan gigitannya,” ujar Ali Usman.

“Warga berharap korban masih utuh belum dimakan buaya seperti korban sebelumnya ditemukan dalam kedaan baik tidak jauh dari tempat korban disambar buaya,” tandasnya.

Laporan : Herwanto
Editor/Posting : Imam Ghazali