Rupiah Anjlok, BEM Unsri Gelar Aksi

0
498

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Selatan menggelar mimbar bebas, sebagai reaksi atas semakin anjloknya nilai tukar Rupiah. Massa aksi dikonsentrasikan di Bundaran Masjid Agung Palembang, Kamis (6/8).

Koordinator lapangan (Korlap), Wawan mengatakan jika merosotnya nilai Rupiah adalah hal yang kompleks sehingga diperlukan tindakan nyata dari segenap elemen bangsa khususnya pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab untuk memberikan solusi yang tepat.

“Ini (pelemahan Rupiah) memang suatu yang kompleks. Pemerintah jangan hanya mengumbar alasan tanpa solusi. Bagaimanapun, kenaikan dolar akan berimbas ke segala sektor,” serunya dari atas bus dengan menggunakan pengeras suara.

Kepada warga yang melintas di bilangan Bundaran Masjid Agung, Wawan menganggap alasan yang dikemukakan pemerintah hanyalah untuk tidak disalahkan atas kemerosotan Rupiah saat ini. “Alasan pemerintah dibuat agar tidak disalahkan. Pada akhirnya akan menjadi pencitraan saja. Hari ini, kami menyepakati bahwa Rupiah butuh solusi,” tegas mahasiswa Universitas Sriwijaya, Fakultas MIPA ini.

Masih kata Wawan, masalahnya bukan pada kenaikan atau penurunan nilai rupiah. Tetapi, efek pelemahan Rupiah akan semakin menjerat leher masyarakat.

“Masalahnya bukan rupiah naik atau turun, tapi efek kenaikan akan menyebabkan kenaikan harga-harga lainnya khususnya sembako,” lanjutnya.

Aksi turun ke jalan tersebut (demonstrasi) sebagai bentuk respon atas gejolak mata uang Indonesia yang semakin melemah atas Dollar. Menurut mahasiswa, penyebabnya disebabkan karena banyaknya permintaan Dollar dalam negeri untuk memenuhi kuota impor yang harus dipenuhi. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) dengan kebijakan bunga 10 persen, membuat investor beramai-ramai mengembalikan Dollar ke AS.

Menyikapi hal tersebut, massa menyebutkan beberapa hal yang akan terjadi jika pelemahan nilai Rupiah berlanjut. Pertama, naiknya harga bahan pokok. Kedua, kenaikan harga BBM. Ketiga, beban utang negara semakin berat. Keempat, perusahaan berkembang berpotensi melakukan PHK karyawan.

Kelima, Perusahaan yang notabene UMKM beresiko gulung tikar karena tak mampu membeli bahan baku impor. Keenam, daya beli masyarakat menurun akibat naiknya harga. Ketujuh, Pertumbuhan Ekonomi menjadi stagnan.

Tidak sampai di situ, mahasiswa juga memberi solusi untuk menghambat pelemahan dan menghentikan gejolak Rupiah saat ini. Pertama, menggunakan produk dalam negeri dan menggunakan mata uang Rupiah dalam transaksi. Kedua, tidak berwisata keluar negeri sementara waktu.

Ketiga, menahan diri dalam membeli barang impor seperti barang elektronik dan barang-barang dropship e-commerce (perdagangan Online) yang membuat permintaan atas Dollar semakin meningkat. Keempat, gunakan layanan transportasi publik. Dengan begitu, konsumsi BBM dapat diefisienkan dan impor minyak dapat dikurangi. Kelima, perbanyak produk yang bernilai ekspor.

Laporan          : Irfan
Editor/Posting : Imam Ghazali