NUNUKAN — Kebahagiaan mendalam memancar dari wajah Pak Hamzah (53), salah satu warga penerima bantuan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0911/Nunukan. Rumah tinggalnya yang dahulu lapuk dan serba terbatas, kini berdiri kokoh dan pengerjaannya sudah hampir rampung sepenuhnya.
Melihat bangunan rumahnya yang kian hari semakin sempurna, Pak Hamzah tak mampu menyembunyikan rasa haru dan gundah bahagia yang menyelimuti perasaannya. Bagi pria yang sehari-hari bekerja keras menopang keluarga ini, bantuan dari TNI bagaikan keajaiban yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Jujur, saya sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Kalau diingat-ingat rumah saya yang dulu, rasanya mustahil saya bisa bangun rumah sebagus dan sekokoh ini dengan kemampuan saya sendiri. Saya sangat, sangat bersyukur kepada Allah SWT,” ungkap Pak Hamzah dengan mata berkaca-kaca saat menyaksikan personel Satgas TMMD merapikan bagian dinding rumahnya.
Ucapan Terima Kasih untuk Tentara dan Tetangga
Bagi Pak Hamzah, kehadiran para prajurit TNI Kodim 0911/Nunukan bukan sekadar menjalankan tugas pertukangan, melainkan sudah seperti keluarga sendiri yang tulus mengulurkan tangan tanpa pamit. Semangat gotong royong warga sekitar yang turut membantu siang dan malam juga menjadi catatan tersendiri di hatinya.
Rasa syukur mendalam tersebut ia haturkan secara khusus kepada seluruh pihak yang telah mewujudkan mimpi keluarganya:
Prajurit Satgas TMMD: “Bapak-bapak TNI bekerja dari pagi sampai sore tanpa kenal lelah, betul-betul tulus bantu keluarga kami.”
Kodim 0911/Nunukan: “Terima kasih kepada Komandan dan seluruh jajaran Kodim yang sudah memilih rumah kami untuk dibantu.”
Masyarakat Sekitar: “Tetangga dan warga sekitar juga ikhlas bantu angkat material, suasana kekeluargaannya sangat terasa.”
Harapan Baru Bagi Keluarga
Dengan kondisi rumah yang kini jauh lebih aman, bersih, dan nyaman, Pak Hamzah mengaku kini bisa beristirahat dengan tenang tanpa perlu khawatir lagi akan bahaya hujan deras maupun kondisi rumah yang lapuk.
“Dulu kalau hujan lebat, kami tidak bisa tidur tenang. Sekarang, alhamdulillah, rumah ini sudah berdiri megah. Ini bukan cuma dinding dan atap baru, tapi harapan baru buat kehidupan keluarga kami ke depan. Terima kasih banyak TNI,” tutupnya seraya tersenyum bahagia.
