Rumah Dinas Bupati OKI Ambruk, Tak Ada Korban Jiwa

0
255
Tampak Rumah Dinas Bupati OKI yang ambruk di bagian tengahnya, dan Plt. Bupati OKI H. Muhammad Rifa'i SE saat dikonfirmasi diruang kerjanya. (foto: ali)

Sumateranews.co.id, KAYUAGUNG-
Tidak ada angin kencang maupun hujan, sekira pukul 17.30 WIB tiba-tiba Rumah Dinas Bupati OKI yang baru direhab tahun 2015/2016 dengan dana kurang lebih Rp 5,5 milyar yang dikerjakan oleh salah satu PT ambruk seketika, Selasa (27/2/2108).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dan berdasarkan keterangan Nasir (51) warga Kayuagung, awalnya mereka mengira ada rampok yang merusak ATM Bank Sumsel Babel Kayuagung. ‘’Suaranya sangat keras sekali dan itu terdengar dua kali seperti ada bangunan yang roboh. Kami pun bersama warga lain pergi ke sumber suara bergemuruh tersebut. Ternyata setelah kami cari darimana sumber suara, apakah dari Bank Sumsel Babel atau di Bank BRI, ternyata kata salah satu Satpam Bank Sumsel Babel, “Itu Pak, rumah dinas bupati yang ambruk,”. Kami pun terkejut,’’ ujar Nasir menirukan apa yang dikatakan oleh satpam Bank tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut, Plt. Bupati OKI H. Muhammad Rifa’i SE saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (28/2/2018) mengatakan bahwa hal itu merupakan suatu musibah. “Kita tahu kejadian tersebut awalnya dari salah satu wartawan yang menghubungi saya melalui handphonnya. Saya sempat tidak percaya sebab sepulang dari Pemda saya biasanya pulang kerumah dinas namun saya langsung pulang ke rumah yang berada di Lempuing. Saya lihat di media sosial ada berita rumah dinas Bupati OKI ambruk. Nah berarti benar informasi tersebut,’’ terangnya.

Lanjutnya, dari informasi masyarakat sekitar termasuk security Bank Sumsel Babel, pada saat kejadian tidak ada angin tidak ada hujan, jadi tiba-tiba ambruk begitu saja. ‘’Yang ambruk itu ruang tamu utama di ruang dinas utama bupati atau di bagian tengah bangunan. Kejadiannya sekitar pukul 17.30 WIB, beruntung tidak ada korban jiwa karena rumah dinas dalam kondisi kosong, kebetulan Bupati OKI, H. Iskandar SE sedang cuti menghadapi Pilkada tahun ini,’’ ungkapnya.

Rumah dinas tersebut merupakan rumah dinas lama, tapi pada tahun 2015/2016 diadakan rehab total dengan anggaran sekitar Rp. 5,5 milyar termasuk pagarnya. ‘’Mengenai kerugian kita masih menunggu penjelasan dari PU, belum ada penjelasan secara rinci karena pengerjaan ada pada pihak kontraktor. Sementara di situ ada sub-sub pelaksananya seperti pemasangan kerangka baja, itu tentu ada bagiannya sendiri. Jadi kita tidak bisa memberi penjelasan hanya reka – reka. Nanti setelah ada Tim Investigasi turun baru kita akan tahu hasilnya. Karena tadi juga kita minta ke Inspektorat kiranya membentuk tim independen bukan dari inspektorat agar supaya masyarakat tidak berprasangka terhadap pemerintah daerah,’’ jelasnya.

Selain iktu, pihak kontraktor juga akan dipanggil, karena dari keterangan pihak PU disitu ada jaminan 10 tahun, dan pihak kontraktor siap untuk memperbaiki sesuai dengan tanggung jawab mereka.

“Dengan kejadian tersebut tidak tertutup kemungkinan pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan RAP pekerjaan. Dari hasil Tim Investigasi akan kelihatan apakah ada penyimpangan, kalaupun ada penyimpangan tentunya nanti penanganannya juga mungkin ke hukum dan kontraktor yang akan mempertanggungjawabkannya,’’ tandas Muhammad Rifa’i.

Laporan : Aliaman
Editor/Posting : Imam Ghazali

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article