Robohkan Mesjid? Dewan Nilai Bupati Banyuasin Aneh

0
247

Sumateranews.co.id, BANYUASIN – Belum selesai masalah izin terkait pembangunan Pusat Pendidikan Mustria (Pusdikmus) Sriwijaya Agama Budha dan Vihara yang kabarnya sebagai pusat pendidikan agama Budha se-Asia Tenggara (sebagaimana pernah diberitakan kemarin, red) kini Dewan kembali memandang aneh sikap Bupati Banyuasin.

‘’Sebab Pusdikmus yang akan dibangun itu akan membongkar sebuah Masjid Nurul Hidayah di RT 5 Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Ini yang kami nilai aneh,’’ ujar Emi Sumitra, anggota DPRD Banyuasin Komisi 1 saat berada di lokasi masjid beberapa waktu lalu.

Akibat adanya kabar rencana pembongkaran tersebut membuat geram semua pihak. Termasuk dari DPRD Kabupaten Banyuasin.

Dikatakan, Emi Sumitra, dia sangat menyayangkan sikap Bupati Banyuasin yang akan mengizinkan merobohkan Masjid di Desa Talang Buluh demi pembangunan sebuah rumah ibadah lain di tempat tersebut.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah ini bisa saja dilakukan di tempat lain dan tidak mesti harus di Desa Talang Buluh dan harus merobohkan rumah ibadah agama lain.
”Saya rasa sangat aneh Bupati Banyuasin ini. Ayolah berpikir jernih. Jangan sampai timbul konflik gara-gara masalah rumah ibadah ini,” tegasnya.

Apalagi pembangunan Vihara se-Asia Tenggara ini mendapatkan penolakan dari penduduk setempat dan tidak mendapatkan rekomendasikan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kemenag Kabupaten Banyuasin.

”Jangan memaksakan dirilah dan mementingkan diri sendiri. Ada apa di balik semua ini,” singgung Emi.

Sementara itu, Ketua FKUB Kemenag Banyuasin, Rasyid Sobri, menegaskan FKUB Kemenag Banyuasin tidak memberikan rekomendasi dibangunnya rumah ibadah di sana apalagi harus membongkar rumah ibadah lain.

”Jika tidak ada rekomendasi artinya pembangunan tidak bisa dilakukan. Jangan sampai ada konflik antarumat beragama,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Bupati Banyuasin melalui Camat Talang Kelapa, Aminudin mengungkapkan, pembangunan Vihara se-Asia Tenggara ini sudah mendapat izin dari Desa hingga Kecamatan. ”Namun untuk Izin Kabupaten dia belum tahu karena masih dibahas,” pungkasnya waktu itu.

Laporan          : Herwanto
Editor/Posting : Imam Ghazali