Ricuh, Vonis Sidang Pembunuhan Anggota Satpol PP Prabumulih

253

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Pembacaan putusan atau vonis sidang kasus pembunuhan terhadap anggota Satpol PP Prabumulih, Catur Nugroha dengan dua terdakwa ayah dan anak, yakni Marsidi (43) dan Nopriadi (20) warga RT 02 RW 01 Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Rambang Kapak Tengah, di Pengadilan Negeri (PN) Prabumulih, Rabu (25/04) pagi, berakhir ricuh.

Kericuhan terjadi saat Hakim Wahyu Iswari SH M.Kn, yang mengetuai persidangan membacakan vonis hukuman 15 tahun penjara bagi terdakwa Marsidi, dan 19 tahun penjara untuk Nopriadi.

Keluarga korban, yang tak puas mendengarkan putusan tersebut langsung memekik histeris dan mengamuk. Bahkan, ibu korban usai pembacaan keputusan itu langsung jatuh pingsan dan sempat dibawa keruang perawatan yang ada di Pengadilan tersebut. Keluarga korban menilai seharusnya dalam pasal berlapis yang dikenakan terhadap kedua terdakwa yakni, Pasal 340 Subsider Pasal 338, dan lebih Subsider Pasal 170 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Kami belum puas dengan keputusan Hakim, mereka harusnya di penjara 20 tahunlah minimal,” ujar Ardi (35), salah satu anggota keluarga korban yang hadir dalam persidangan dengan agenda pembacaan vonis tersebut.

Dari pantauan, kericuhan yang sempat diwarnai tindakan anarkis dari saudara korban itu tidak sampai menimbulkan korban. Hal itu setelah puluhan anggota satuan pengamanan dari Polres Prabumulih langsung sigap meredahkan emosi dan menenangkan keluarga korban.

Laporan : Taufik Hidayat

Editor     : Donny

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here