PalembangSecond HeadlineSumsel

Resmikan PWI Peduli, PWI Sumsel Potong 1 Ekor Sapi dan 1 Kambing Kurban

Sumateranews.co.id, PALEMBANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumsel, Senin pagi (12/08/2019) melakukan pemotongan hewan kurban. Selain melakukan pemotongan hewan kurban sebanyak 1 ekor sapi dan 1 kambing, PWI Sumsel juga melangsungkan pelantikan pengurus PWI Sumsel Peduli masa bhakti 2019-2024, yang digelar di aula wartawan PWI Sumsel.

Pengurus PWI Sumsel Peduli periode 2019-2024, yang baru dilantik oleh Ketua PWI Sumsel, H Firdaus Qomar.

Ketua PWI Sumsel, H Firdaus Qomar mengatakan, kegiatan pemotongan hewan kurban dilaksanakan sebagi bentuk ungkapan rasa syukur dan sekaligus memaknai ikhlasnya berbagi kepada sesama anggota pengurus PWI Sumsel dan warga sekitar.

“Kegiatan ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan sekaligus membersihkan harta dengan berbagi kepada sesama anggota PWI dan warga sekitar. Kemudian selain pemotongan hewan kurban hari ini kita juga akan melantik pengurus PWI Sumsel Peduli,” ungkap Firdaus Qomar, ditemui disela-sela kegiatan pemotongan hewan kurban.

Firdaus berharap kegiatan pemotongan hewan kurban pada tahun-tahun berikutnya akan lebih banyak lagi. Salah satunya, ia sebutkan dengan membentuk panitia arisan kurban melalui PWI Peduli yang telah dilantik.

Lebih jauh, Firdaus juga menambahkan kegiatan PWI Peduli merupakan program nasional PWI pusat.

“Alhamdulillah, meski sebelumnya sudah banyak aksi peduli yang dilakukan seperti PWI Peduli korban kebakaran kertapati dan beberapa kegiatan lainnya, hari ini baru bisa kita resmikan kepengurusannya,” tukasnya.

Pantauan media ini, tampak kegiatan PWI Peduli yang dihadiri oleh perwakilan DKP PWI Sumsel, pengurus PWI Sumsel, dan pengurus PWI Sumsel Peduli yang baru dilantik membaur dan menyempatkan saling bermaaf-maafan. Kegiatan sendiri ditutup dengan acara makan-makan bersama.

Laporan : Red

Editor.   : Donni

 

PWI  juga

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button