Reskrim Polres OI Masih Terus Kembangkan Curanmor Terekam CCTV

0
196

Sumateranews.co.id, INDRALAYA – Pihak Reskrim Polres Ogan Ilir (OI) nampaknya masih terus serius mengembangkan penyelidikan dugaan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang para pelakunya sempat terekam pada kamera pengintai (CCTV) yang terpasang di rumah milik korban Herman warga Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten OI baru-baru ini.

Apalagi pihak kepolisian bersama masyarakat setempat telah berhasil menangkap salah seorang tersangka bernama Arianto alias Yanto (56) warga Jalan Kiai Merogan Kertapati Palembang, yang wajahnya mirip dengan pelaku dalam rekaman CCTV tersebut.

Saat dikonfirmasi Kapolres OI AKBP Gazali Ahmad SIK melalui Kasat Reskrim AKP Malik Fahrin didampingi KBO Polres OI Iptu Sondi F, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang tersangka Arianto yang diduga terlibat dalam aksi curanmor di Kelurahan Timbangan.

“Kronologis penangkapan tersangka Arianto, sebelumnya keberadaan tersangka sempat diketahui oleh warga saat melintasi rumah korban, lalu tersangka sempat dikejar dan dikepung oleh masyarakat ketika mencoba melarikan diri dan memasuki ruko di kawasan Timbangan sambil membawa sebilah senjata tajam berupa pisau.

Dan, berkat laporan dari masyarakat, anggota Reskrim Polres OI yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berhasil mengamankan tersangka dari amukan warga yang sudah kesal.

Dia menambahkan, setelah olah TKP Anggota Reskrim Polres OI berhasil juga mengamankan sebilah pisau yang sempat dibuang pelaku di dalam kamar mandi Ruko tadi.

“Tersangka Arianto dan barang bukti sajamnya sudah kita amankan di Mapolres OI, serta sudah ditindaklanjuti kasus kepemilikan sajamnya itu, dan status kasusnya sekarang sudah memasuki kelengkapan berkas tahap pertama untuk dilanjutkan ke kejaksaan, dengan dikenakan pidana UU Darurat Pasal 2 ayat 1 yang berbunyi: Barang siapa yang tanpa hak menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan senjata tajam, dijerat dengan ancaman hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun,” jelasnya.

Masih kata Kasat Reskrim AKP Malik, terhadap kasus curanmor yang diduga tersangka Arianto ikut terlibat, untuk saat ini kasusnya masih dalam tahap pengembangan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu memarkirkan kendaraannya di tempat yang aman dan mudah dijangkau, dengan menambahkan kunci ganda pengaman kendaraan. Kami juga berharap dukungan dari masyarakat apabila mengetahui informasi apapun tentang pengungkapan kasus kriminal dapat melaporkannya ke petugas kepolisian setempat,’’ tegasnya.

Sementara itu terpisah, korban Herman kepada wartawan mengatakan bahwa dirinya dan keluarga besar sangat mengharapkan kepada pihak kepolisian agar dapat mengungkap kasus curanmor yang telah merugikannya secepat mungkin.

“Bagi para pelaku yang telah berhasil ditangkap petugas, kami berharap bisa ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya sehingga para pelaku dapat jera,” jelasnya pada Sumateranews.co.id.

Pewarta          : H. Sanditya Lubis
Editor/Posting : Imam Ghazali