Reses Dapil I, Anggota DPRD Sumsel Soroti PDAM Tirta Musi

0
222
Reses Dapil I, Anggota DPRD Sumsel Soroti PDAM Tirta Musi
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Palembang melakukan reses tahap III Tahun 2020 di kantor PDAM Tirta Musi, di Jalan Rambutan, Kota Palembang, pada Kamis (10/12/2020).

PALEMBANG – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Palembang melakukan reses tahap III Tahun 2020 di kantor PDAM Tirta Musi, di Jalan Rambutan, Kota Palembang, pada Kamis (10/12/2020).

Kegiatan reses yang rutin dilakukan oleh DPRD Sumsel dalam menyerap aspirasi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumsel, Hj. RA Anita Noeringhati bersama anggota DPRD Sumsel lainnya, di antaranya Mgs Syaiful Fadli, Kartak Sas, Dedi Sipriyanto S Kom MM, Khairul S Matdiah SH, dan diterima langsung oleh Direktur Operasional PDAM Tirta Musi Cik Mit dan Direktur Tehnik Azharuddin beserta jajarannya.

Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati dalam kesempatan itu mengatakan, bahwa kedatangan mereka ke PDAM Tirta Musi guna menyampaikan keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif air. Anita mengungkapkan, pihaknya melihat dari sejak 2014, PDAM Tirta Musi belum ada menaikan tarifnya. Ia juga mencontohkan tagihan PDAM di rumahnya, dimana dari Januari di bawah Rp 1 juta, dan di bawah Rp 500 ribu. Namun mulai bulan Juli 2020 naik Rp 1 juta lebih, dan sampai sekarang sudah diangka Rp 2 juta rupiah.

“Hal ini tentu menjadi dasar kami sehingga memunculkan pertanyaan ada apa, sementara di rumah saya ketika dicek katanya ada bocor, oke di rumah saya tapi di rumah lain, kebanyakan kasus seperti itu, kita berharap pelayanan terhadap masyarakat, pengecekan meteran betul-betul dicek, jangan sampai main tembak, karena katanya setelah  difoto, tapi bagaimana kalau banyak rumah kosong yang dikunci, dari mana mereka bisa motret,” imbuhnya.

Sebagai pelanggan PDAM Tirta Musi, ia menambahkan, harus diberikan kenyamanan karena masyarakat (pelanggan) diberikan tanggungjawab untuk membayar jangan sampai terlambat, sebab kalau terlambat langsung dicabut meterannya.

“Kita juga minta mereka menerapkan aturan yang Rijit, pelanggan juga minta pelayanan yang prima, karena dari reses kami sejak tahun 2015 sekarang 2020 permasalahannya sama, kedua pemasangan pipa di jalan-jalan seringkali PDAM meninggalkan galian yang meninggalkan bekas, seperti di poligon saya komplain, katanya menunggu pengecekan 3 X 24 jam, saya bisa mengerti tapi ini sudah berminggu-minggu, bikin becek, sudah jalannya buruk apalagi dalam komplek, tadi saya sampaikan karena itu sudah ada RAB nya, pemasangan, pembongkaran, pengembalian jelas ada, kita harap seperti itu,” katanya.

Mengenai progres PDAM Tirta Musi, politisi Partai Golkar ini menilai perusahaan plat merah milik daerah kota Palembang dalam pengembangan untuk bisa melayani seluruh masyarakat Palembang, bahkan ada yang diperbatasan Banyuasin sudah terlayani  karena awal pembangunannya masuk Palembang. “Sekarang masuk Banyuasin dan ini perlu adanya MoU,” tandasnya.

“Antara demand dan supplay masih belum seimbang, banyak permintaan dari supplaynya, sehingga ada beberapa wilayah yang airnya mengalir bergiliran.

Alhamdulilah, kami di Poligon 24 jam karena kita punya intake sendiri tetapi seperti disampaikan H Kartak di seberang ulu ada yang mengalir hanya 3 sampai 4 jam, ini menjadi pekerjaan rumah bagi  PDAM,” tambahnya.

Selanjutnya, Anita juga menyinggung soal apakah pihak PDAM Tirta Musi memiliki planning untuk membangun waduk. Hal itu menyusul kekhawatiran semakin turunnya debit air.

“Kalau ada waduk maka ada cadangan air untuk pasokan bagi masyarakat kota Palembang.

Tingkat kebocoran dan pencurian air juga masih tinggi diangka 18 persen, kita mewakili masyarakat  tentang bagaimana memberikan pelayanan yang prima hal tersebut menurut kami itu yang  paling penting, “ tandasnya.

Di tempat yang sama, Mgs Syaiful Padli menambahkan, bahwa pencapaian pemenuhan air bersih PDAM Tirta Musi sudah mencapai sekitar 80 persen.

“Tapi kenapa menurun, dulu saya pernah mencatat sekitar 96 persen masyarakat kota Palembang terlayani akan kebutuhan air bersih karena ternyata ada indikator misalnya dulu 1 rumah tangga hanya 6 orang, sekarang 1 rumah tangga bisa 4 orang jadi dipresentasikan jadi 80 persen,” terang Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel ini.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif PDAM Tirta Musi, dimana pada Maret dan April 2020 PDAM Tirta Musi tidak mendata lagi tapi langsung memakai data sebelumnya.

“ Terkait galian-galian PDAM yang merusak jalan, hal ini ternyata ada pekerjaan jalan dari PU, karena ada beberapa pipa yang dijadikan modal oleh pemerintah sebagai penyertaan modal lewat fisik dengan cara membangun jaringan, ini yang kita permasalahkan karena masyarakat kita mengatakan tadi jalannya bagus ketika digali jalan jadi jelek, kita meminta kedepan PDAM dan Pemerintah kota Palembang untuk lebih menjaga terkait jalan–jalan yang sudah bagus.

“Digali jadi jelek kedepan ini menjadi perhatian kami dan kami juga mengusulkan agar galian yang sudah digali agar secepatnya diperbaiki seperti semula,” pinta politisi PKS ini.

Sementara, Direktur Operasional PDAM Tirta Musi Cik Mit ketika diwawancarai usai reses anggota DPRD Sumsel menyebutkan, pihaknya akan menindaklanjuti beberapa poin penyampaian dalam kegiatan tersebut dengan melakukan beberapa tahapan.

“Dan akan kita cross check ke lapangan, namun beberapa hal yang perlu kami sampaikan bahwa tidak ada lonjakan yang berarti dan ada beberapa kebocoran kebocoran pipa di lapangan.

Faktor penyebabnya antara lain usia pipa yang cukup tua, kemudian pemakaian air yang berlebihan dan tidak teratur,” tandasnya.

Diakui Cik Mit, bahwa apa yang disampaikan oleh Anggota DPRD Sumsel Dapil Palembang I adalah benar dan hal tersebut sudah sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

Kemudian Cik Mit juga menyampaikan, soal PDAM Tirta Musi yang saat ini tengah melakukan pembangunan intake di beberapa wilayah seperti misalnya, daerah Karang Anyar, Gandus, Seberang Ulu, Poligon, dan Jakabaring, supaya dapat memenuhi kebutuhan air bagi para pelanggannya.

Selain itu, Cik mit juga berharap dan mengimbau kepada para pelanggan untuk bersabar sambil menunggu waktu sampai dengan pembangunan intake tersebut selesai, dan dapat dipergunakan sesuai kebutuhan dalam rangka memenuhi pasokan air bersih di Kota Palembang. (Adv)

Laporan : Are III Editor : Donni

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article