Relawan Hanya Tunduk pada Ijtima’ Ulama

2575

Sumateranews.co.id, PALEMBANG- Kader Simpatisan Prabowo Sandi Sumatera Selatan menyatakan sikap mereka hanya tunduk pada keputusan Ijtima’ Ulama. Bukan patuh kepada orang partai yang memiliki kepentingan pribadi.

Hal itu dikemukakan langsung oleh Wawan Agustian, Ketua SPS Wilayah Sumsel.

“Kami tak mau ada orang partai yang mendompleng karena ada kepentingan pribadi. Untuk itu, relawan 02 Prabawo Subianto dan Sandiaga Uno di Sumsel menolak hadir dalam pertemuan silaturahmi kader Gerindra Prima Salam yang mengatasnamakan Koordinator Relawan 02. Kita masih tetap oposisi walaupun Prabowo dan Jokowi sudah bertemu,” kata Wawan dengan nada meninggi.

Berikutnya Wawan juga berpendapat, adapun  dasar utama relawan menolak keras hadir pada  acara Prima Salam adalah atas dasar Ijtima’ Ulama.

“Dan, pastinya relawan bergerak untuk perbaikan di negeri ini melalui arahan ulama,” terang Wawan.

Lanjutnya Wawan mengatakan, rakyat khususnya di Provinsi Sumatera Selatan banyak yang menarik suara karena ada orang partai yang “berkhianat”.

“Hati kecil saya berkeyakinan bahwa Relawan tak mungkin untuk mendahulukan kepentingan pribadi.  Saya menduga  seakan-akan ini kan digiring akan ada rekonsiliasi di tingkat daerah,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Dedek Chaniago yang merupakan kader Partai Demokrat Sumsel, dirinya mencoba menanggapi akan  adanya rencana silaturahmi Relawan Jokowi dan Relawan Prabowo Sumsel menilai sebaiknya  agenda relawan merupakan hal yang lumrah dalam dunia politik.

“Namun yang sangat disayangkan apabila acara relawan tersebut dijadikan ajang memanfaatkan kepentingan pribadi. Kita sama-sama tahu bahwa relawan selalu bekerja tanpa pamrih berdasarkan visi atas permasalahan sosial yang ada,” tambah Dedek.

Secara pribadi dan kepartaian, sambung Dedek, masih belum mengetahui petunjuk dari pusat untuk melakukan rekonsiliasi. Namun baru hanya sebatas komunikasi.

“Yang patut  dipertanyakan kapasitas Partai Gerindra dalam acara itu apa?,” tandas Dedek Chaniago mempertanyakan.

Bukan hanya sekedar membalik kisah di tengah-tengah masyarakat, bahwa  tersiar kabar Prima Salam telah “mencoreng” wajah tubuh partai Gerindra di mata Publik  bahkan kami mencium ada “aroma” tak sedap antara Prima Salam dengan Kartika Sandra Desi alias Cici.

Pendukung dan simpatisan Partai Gerindra Sumatera Selatan kini mempertanyakan nama Prima Salam yang mengklaim Koordinator dari Relawan 02.

Mereka menilai Prima Salam seorang anggota dewan yang tak berhak untuk mewakili suara partai.

Tak hanya di situ. Publik beserta segenap para kader partai baik pendukung maupun pengusung calon presiden 01 dan 02 bertanya-tanya siapakah yang bakal memegang tongkat kepemimpinan partai Gerindra di wilayah Sumsel?

“Saya berpendapat bahwa seluruh kader Partai  Gerindra,  haruslah menjaga kekompakan dan patuh pada AD serta ART Partai.

Nah, bagi yang terpilih sebagai calon legislatif kemudian terpilih sebagai  Anggota DPRD Sumsel  harus menjalankan tugas sesuai dengan tata tertib.

Jangan, membuat masalah yang berkaitan dengan hukum, sosial ataupun seputar agama…!,”

Efrans Effendi, SH Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi, dan Keanggotaan  Partai Gerindra Provinsi Sumsel yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD Sumsel itu dengan lantang menyampaikan, bahwa di Pileg tahun 2019 Prima Salam memang berstatus sebagai calon legislatif kemudian  terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumsel periode 2019-2024.

Namun, Prima bukanlah kader yang dibentuk  secara struktural, akan tetapi Prima mencalonkan diri sebagai caleg Partai Gerindra di luar jalur Partai.

“Prima Salam selama ini bekerja sehari-harinya berprofesi sebagai wiraswasta yang kemudian mencalonkan diri sebagai caleg di Dapil Palembang  1 Provinsi Sumsel,” cetusnya.

Walaupun dirinya  mencalonkan diri sebagai caleg,  Kubu Efran pun merasa bersyukur,  dikarenakan Prima Salam dapat meraih suara terbanyak di Pileg 2019.

“Prima Salam mungkin saja lebih dikenal oleh  masyarakat. Bayangkan saja dirinya baru mencalonkan diri sebagai caleg dirinya langsung jadi,” terang Efran.

Sekedar informasi,  nama Prima Salam sebagai  Caleg terpilih dari Dapil Palembang I memperoleh suara terbanyak dari para pendukungnya di Dapil Palembang I dari partai Gerindra .

Selain mendongkrak suara terbanyak untuk suara Partai Gerindra, Prima diduga telah mendompleng sebagai koordinator relawan capres 02 di Provinsi  Sumsel.

Sepertinya publik ingin mengetahui seputar kedekatan Prima Salam dengan Kartika Sandra Desi yang akrab disapa Cici. Apalagi di akun Intagramnya, Cici selalu bersama dengan Prima Salam.

‘’Di situ juga terlihat Cici dan Prima seolah-olah sedikit “mesra”. Ada apa antara Prima bersama Cici? Adakah misi-misi yang mereka usung di luar internal kepartaian,’’ tanya Efrans

“Kartika Sandra Desi atau Cici awalnya masuk ke Partai  Gerindra bukan sebagai pengurus partai. Melainkan dirinya masuk ke Partai Gerindra mencalonkan diri sebagai caleg pada tahun 2009, tetapi ia tidak terpilih,” tegas Efrans.

Sepak terjang Cici di partai kian berlanjut. Pada Tahun 2010, Cici ternyata mencalonkan diri sebagai pengurus Gerindra di  Kabupaten Musi Banyuasin selaku bendahara.

“Ya di tahun 2014, Cici mencalonkan diri lagi sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumsel dan terpilih.  Saat ini,  Cici duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel,” beber Efran.

Barangkali waktulah yang bisa menjawabnya. Yang jelas, mosi tak percaya kian bergelora di tubuh partai berlogokan Indonesia Raya.

Laporan   : Andre/Ril

Posting    : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here