Relawan Gugus Tugas Covid-19 KNPI Sumsel Apresiasi Langkah Pemkab Muba

33
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumsel mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam melakukan pencegahan Covid-19.

Sumateranews.co.id, MUBA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumsel mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam melakukan pencegahan Covid-19.

Apresiasi itu mereka sampaikan saat Tim Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DPD KNPI Sumsel bersilaturahmi bersama Bupati Muba H. Dodi Reza Alex di Mess Perwakilan Muba Palembang, Selasa (30/6/2020).

Menurut Ahmad Zarkasi Wakil Ketua DPD KNPI Sumsel, selama masa Pandemi Corona berbagai upaya baik pencegahan maupun penanganan Covid-19 secara intensif telah dilakukannya. Bahkan untuk menanggulangi dampak ekonomi bagi masyarakat akibat Covid-19 berbagai bantuan mereka kucurkan, hal itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

“Hal tersebut dapat terlihat pada anggaran yang digelontorkan Pemkab Muba dengan dana yang sangat besar mencapai ratusan Miliar, kami sangat apresiasi kesigapan Pak Bupati Muba,” ungkap Wakil Ketua DPD KNPI Sumsel, Ahmad Zarkasi.

Zarkasi menilai, dalam upaya pencegahan wabah covid-19 dan penanggulangan Pemkab Muba sangat all out, bantuan kepada warga terdampak covid-19 di Muba sangat maksimal dan merata.

“Kami merasa bangga dan senang dengan kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin yang sangat maksimal dalam melindungi dan melayani masyarakat Musi Banyuasin,” bebernya.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 DPD KNPI Sumsel, Arip Farawita dalam kesempatan tersebut melaporkan pihaknya akan menggelar perlombaan pembuatan masker.

“Pemenangnya diharapkan bisa di perbanyak. Target bulan 8 sudah di distribusikan masal ke pesantren dan sekolah-sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex mengatakan Pemkab Muba akan terus maksimal dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah covid-19. “Meski akan memasuki masa new normal life tapi kita tidak boleh lengah,” tegasnya.

Kemudian, Bupati Musi Banyuasin  Dr. H Dodi Reza Alex Noerdin, Lic Econ, MBA melanjutkan, bahwa Kabupaten Musi Banyuasin telah menganggarkan dana sebesar 303 milyar untuk menangani covid-19. Dia menambahkan, bahwa Musi Banyuasin masuk dalam 5 Kabupaten dengan anggaran terbesar yang melakukan penyesuaian APBD untuk menangani covid.

“Angka 303 milyar, menurut laporan dari Mendagri, bahwa anggaran kami, merupakan 5 kabupaten dengan anggaran terbesar yang melakukan penyesuaian APBD, jadi secara absolut paling besar, dan secara prosentase adalah 5 besar di Indonesia, salah satu daerah kabupaten yang serius menangani covid-19,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa anggaran sebesar 303 milyar, bila digunakan untuk pembangunan akan dapat membangun banyak jembatan dan jalan, namun karena keseriusan pemerintah Musi Banyuasin untuk menangani covid ini, maka anggaran difokuskan kesana.

“Bagi kami keselamatan rakyatlah yang utama disaat masa sulit dan kedua memberi bantuan stimulus adalah kewajiban utama juga untuk warga masyarakat disaat pandemi ini sedangkan untuk membangun jembatan dan infrastruktur lainnya bisa dilakukan tahun depan, karena penanganan covid urgen, kami bekerja berdasarkan prioritas, dan tentunya mendahulukukan kebutuhan Masyarakat Khususnya warga Musi Banyuasin yang saya cintai,” ujarnya.

Dan kembali ia mengatakan, bahwa anggaran penanganan Covid tersebut dibagi menjadi 3 post besar, yaitu; untuk kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi. Dibidang kesehatan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah mendirikan rumah sakit darurat covid, dengan 4 kamar isolasi bertekanan negative, dengan ventilator terbaru, saat ini sudah ada 2 tempat yang bisa melakukan test swab PCR dan test PCM secara cepat. Dari sisi jaring pengaman sosial, pihaknya sudah memberikan bantuan yaitu menggratiskan biaya listrik dan air bersih selama 3 bulan, di samping bantuan tunai 600 ribu per KK, selama 3 Bulan.

Selain itu pihaknya juga sudah memberikan bantuan berupa keringanan kepada mahasiswa di 3 perguruan tinggi dan 1 poltek di Musi Banyuasin, untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“JPS (jaring pengaman sosial) yang disalurkan telah mengkover 104 ribu keluarga penerima manfaat (KPM), kalau mengandalkan bantuan pusat saja, kita hanya mengkover 53 ribu KPM, dengan ini 60 % warga Muba sudah tercover, sisanya memang tidak terlalu terdampak, seperti PNS, TNI/Polri dan sebagainya, karena memiliki penghasilan tetap,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa selain berusaha menangani covid, Pemerintah Kabupaten Muba juga focus dalam hal pembangunan.

“Kami sudah hitung, tidak akan kehabisan anggaran, kita akan tetap membangun, kalau orang Palembang sebut idak mengas ditengah jalan, kita tidak akan kehabisan anggaran, dan tetap membangun, kalau covid mereda, pemulihan ekonomi akan secara cepat kita lakukan,” tandas dia.

Dilanjutkannya, apa yang sudah dilakukannya tersebut juga didukung seluruh jajajaran Forkopimda, satuan Gugus Tugas, dan OPD Pemkab Muba yang tentunya sangat all out bersama-sama dalam menangani covid-19.

“Semoga upaya yang maksimal ini dapat memerangi covid-19 di Muba, harapannya aktifitas dapat kembali berjalan normal dan warga dapat menjalani aktifitas sehari-hari seperti biasa,” tukasnya.

Laporan : Hasbullah Anwar III Editor : Donni

New Subject

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here