Rekrutmen Anggota Polri, Polda Sumsel Libatkan Seluruh Kepala Daerah

0
367

Sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Kepolisian daerah (Polda) Sumsel terus berkomitmen dan menjamin tidak ada lagi praktek suap dalam pelaksanaan rekrutmen penerimaan anggota Polri dilingkungannya sesuai instruksi dan perintah Kapolri. Salah satunya, pihak Polda Sumsel melakukan terobosan kreatif dengan melibatkan pemerintahan se-Sumsel tak terkecuali Pemkot Prabumulih untuk ikut serta dalam pembinaan dan pelatihan calon anggota Polri 2018.
Kapolda Sumsel, Irjen Drs Zulkarnain melalui Kasubagdiapers Bagdal Pers Biro SDM, Kompol Andi Supriadi SH Sik MH ketika dikonfirmasi, Selasa (26/09) mengatakan pihaknya melibatkan dan mengajak pemerintah dalam program pembinaan dan pelatihan guna membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif saat proses rekrutmen calon anggota Polri tahun 2018 mendatang.
“Implementasi MoU ini nantinya akan dilaksanakan pada proses rekrutmen calon anggota Polri tahun 2018. Jadi pemerintah se-sumsel akan dilibatkan dalam tahapan rekrutmen calon anggota Polri dan turut andil meminimalisir rekrutmen yang menyimpang,” sebut Kompol Andi Supriadi SH Sik MH.
Menurut Andi, dalam mewujudkan tujuan program tersebut diperlukan dukungan dan kerjasama dari seluruh pemerintah yang ada dalam wilayah hukum Polda Sumsel. Diantaranya, dikatakan Andi, nantinya pemerintah berhak mengusulkan putra-putri daerah terbaik yang memenuhi persyaratan untuk bisa diterima didalam institusi Polri tersebut.
“Jadi sifatnya mengusulkan dan untuk kemudian diberikan pembinaan dan pelatihan oleh Polda. Demi suksesnya program kali ini kita sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh kepala daerah dan pemerintahan daerah untuk mendukung program kegiatan ini, yang pada akhirnya dapat menjaring calon-calon anggota polri yang memiliki kualitas terbaik,” terang mantan Kabag Ops Polres Prabumulih ini.
Lebih lanjut dikatakan Andi, dalam pelaksanaan program pembinaan dan pelatihan itu sendiri akan berlangsung selama 6 bulan terhitung mulai September 2017 hingga Februari 2018 mendatang.
“Untuk tahapannya, September ini dilaksanakan sosialisasi guna mencari calon peserta pembinaan dan pelatihan pada sekolah-sekolah tingkat menengah sederajat di kabupaten dan kota, lalu Oktober nanti akan dilaksanakan seleksi peserta calon pembinaan dan pelatihan. Barulah, di November, Desember 2017 hingga Januari 2018 nanti merupakan tahap inti dalam program pembinaan meliputi administrasi, kesehatan, psikologi, jasmani, akademik,” paparnya.
Pada tahapan berikutnya, lanjut Andi, yakni pada Februari 2018, akan dilaksanakan analisis dan evaluasi terhadap penilaian pada masing-masing tahapan kegiatan seperti administrasi, kesehatan, psikologi, jasmani dan akademik.
“Guna merealisasikannya, sebagai langkah awal dari program ini maka perlu adanya penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Polda Sumsel dengan seluruh kepala daerah kabupaten dan kota yang ada di Sumsel,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam penandatanganan MoU Kapolda Sumsel dengan Wali Kota dan Bupati se-Sumsel yang digelar di Gedung Catur Cakti Mapolda Sumsel, Selasa (26/09) Kapolda Sumsel, Irjen Drs Zulkarnain dalam sambutannya, sangat menyambut baik program tersebut.
“Saya berharap agar kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial belaka, artinya akan ada tindak lanjut yang sangat nyata setelah penandatanganan naskah kerja sama ini. Oleh karena itu agar biro sdm Polda Sumsel dan jajaran polres untuk jemput bola dan berkoordinasi yang baik dengan pemerintah daerah sebagai tindak lanjutnya,” tukasnya.
Laporan : Donni
Posting : Andre