Razia Lokalisasi Petugas Temukan Dua Seragam TNI dan Satu Alat Bong

0
560
Petugas gabungan, saat merazia sejumlah lokasi hiburan dan lokalisasi SP, Sabtu (18/11) malam. Razia digelar untuk mengantisipasi terjadinya ketegangan antar anggota TNI-Polri.

sumateranews.co.id, PRABUMULIH – Meski tak menemukan penyimpangan dan penyalahgunaan narkoba serta tindakan criminal lainnya, namun dalam razia yang digelar di sejumlah titik lokasi hiburan dan lokalisasi Simpang Penimur (SP), pada Sabtu (18/11) malam kemarin, petugas gabungan Subdenpom II/4-1 Prabumulih bersama BNN, Satpol PP, Polres Prabumulih, Yonzipur 2/SG, Yonkav 5/DPC, Sat Pol PP, dan Kesbangpol, hanya berhasil mengamankan dua seragam tentara (TNI) dan satu alat hisap bong.

Kedua baju seragam TNI dan alat hisap sabu itu berhasil disita dari sejumlah penghuni lokalisasi Simpang Penimur. Kedua seragam TNI tersebut ditemukan dari rumah Hartarudin (42), warga Gang Kelapa Tugu Nanas, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat dan Tonsa (43), warga Dusun I, Desa Suban Jeriji, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim.

Pantauan media syber ini, razia gabungan dipimpin langsung Dan Subdenpom II/4-1 Prabumulih, Kapten CPM Syahrial. Petugas bergerak mulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dengan menyambangi lokalisasi SP. Lalu, dilanjutkan ke Diva Karaoke And Family, D’tones By Afgan, Pelangi Karaoke, dan berakhir di warung remang-remang (warem) di Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai.

“Hanya di lokalisasi SP, kita temukan dua warga memakai seragam TNI atau loreng. Ketika ditanya identitas, ternyata bukan anggota TNI. Makanya, kita sita seragam dan warga tersebut kita data,” ungkap Syahrial

Dikatakan Syahrial, usai menemukan pakaian seragam TNI itu pihaknya telah memeringati warga tersebut agar tidak menggunakan atribut TNI. “Karena jelas itu dilarang, kecuali memang anggota TNI. Sudah kita berikan peringatan, supaya tidak mengulangi perbuatannya. Jika terulang, bisa kita amankan. Karena, seragam TNI hanya boleh dipergunakan oleh TNI,” tegasnya.

Masih dikatakan Syahrial, razia sengaja digelar untuk antisipasi ketegangan antara TNI-Polri yang belakangan ini kerap terjadi di sejumlah wilayah. Selain itu, untuk menciptakan kondisi kondusif dan aman di wilayah Kota Nanas.

“Ini perintah atasan yang harus kita laksanakan, untuk antisipasi. Alhamdulillah, sejauh ini aman dan terkendali. Hasil razia di sejumlah karaoke juga tidak ditemukan penyalahgunaan narkoba oleh anggota dan juga masyarakat,” bebernya.

Untuk barang bukti bong, lanjut Syaharial telah diserahkan ke BNN Prabumulih. “Karena ketika razia tidak ditemukan pemiliknya, ditemukan tergeletak begitu saja di salah satu kamar di Kafe Ucad. Itu (alat bukti bong), sudah diamankan dan disita BNN,” jelasnya.

Sementara itu, Hartarudin, salah satu pemakai seragam TNI mengaku, tidak mengerti kalau seragam TNI dilarang oleh sipil memakainya. “Aku beli dari koperasi, hargonyo Rp 50-100 ribu. Aku dak tau pak, kalo dak boleh dipakai,” tukasnya.

Laporan : Donny

Editor     : Donny

 

sumatranews.co.id1 id : 10717 Under Article